Semen Indonesia memperoleh utang untuk membiayai utang sebelumnya, khususnya usai akuisisi PT Solusi Bangaun Indonesia Tbk (SMCB).

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) tengah menghadapi dilema keuangan. Meski mengantongi kredit sindikasi tujuh perbankan, namun uang itu bukan untuk pengembangan pabrik. Tapi untuk membayar utang.

Kredit yang diterima Semen Indonesia mencapai Rp9,35 triliun. Kredit diberikan oleh T Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank BTPN Tbk (BTPN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank HSBC Indonesia, Citibank Jakarta Branch, dan MUFG Bank Jakarta Branch.

Sekretaris Semen Indonesia, Vita Mahreyni, menjelaskan, fasilitas kredit yang diterima Semen Indonesia pada Senin (22/7) itu akan digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing) atas utang-utang Semen Indonesia.

Dalam artian, Semen Indonesia memperoleh utang untuk membiayai utang sebelumnya, khususnya usai akuisisi PT Solusi Bangaun Indonesia Tbk (SMCB).

"Pemberian dana (kredit sindikasi) dalam rangka pembiayaan kembali utang yang digunakan oleh Semen Indonesia dalam rangka pengambilalihan PTHolcim Indonesia (saat ini bernama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk)," tulis Vita dalam keterbukaan informasi, Jakarta.

Dalam sumber yang sama, Vita menyebut jangka waktu atas pinjaman tersebut ialah selama tujuh tahun, di mana pembayaran kembali atas pinjaman itu dilakukan setiap semester, yaitu pada Januari dan Juli, dimulai pada Januari 2020 mendatang.