Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi membahas beberapa kerja sama investasi potensial antara Indonesia dan Jepang. Salah satunya adalah proyek besar pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim). 

Pembahasan kerja sama tersebut terjadi saat pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jepang, Yoshimasa Hayashi dalam Strategic Dialogue ke-8 antara Indonesia dan Jepang di Tokyo, Jepang, Senin (06/03/2023). Dalam pertemuan, Retno Marsudi menyampaikan, investasi yang kompetitif akan sangat membantu upaya meningkatkan kerja sama, selain masalah kualitas.

"Beberapa kerja sama potensial yang kita bahas, antara lain pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di mana Jepang dapat memberikan dukungan finansial, tenaga ahli, dan juga transfer teknologi," kata Retno dikutip dari YouTube Kemenlu, Selasa (07/03/2023). 

Retno juga mengulang kembali pembahasan antara Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi dengan mitranya di Jepang minggu lalu, di dalam konteks kerja sama investasi. Topik tersebut meliputi upaya mengejar pemenuhan target kapasitas terminal mobil dengan 600.000 mobil per tahun pada tahun 2024 dan pelabuhan kontainer dengan kapasitas 525.000 TEUs pada tahun 2023 untuk Pelabuhan Patimban.

"Pada saat yang sama, pembahasan pembangunan Pelabuhan Patimban fase ke-2 sedang dilakukan," tutur Retno. 

Selain itu Retno menyampaikan hasil pembahasan Menhub minggu lalu, yaitu kerja sama pembangunan MRT. Saat ini tengah dilakukan proses bidding untuk MRT paket pekerjaan CP 205 yang akan berakhir waktu biddingnya 13 April 2023. 

Adapun terkait proyek MRT Jakarta East-West, saat ini sedang dilakukan finalisasi kajian untuk basic engineering design terhadap fase 1-1 dengan target penyelesaian pada akhir 2023.

"Saat ini, ADB dan JICA sedang melakukan kajian untuk menentukan kerangka institusi dan juga skema implementasi proyek," urai Retno Marsudi. 

Sebagai informasi, Strategic Dialogue ini terakhir kali dilakukan 3 tahun yang lalu di Jakarta, yaitu tahun 2020. Dialog strategis kali ini bertepatan dengan perayaan 65 tahun hubungan Indonesia-Jepang, 50 tahun hubungan ASEAN-Jepang, dan bersamaan dengan keketuaan Indonesia di ASEAN, serta keketuaan Jepang di G7.