Pertanyaan pentingnya kini adalah, apakah gerak balik kenaikan kali ini telah membawa konsekuensi teknikal  yang serius bagi saham HMSP?

Gerak naik tajam dalam dua hari sesi perdagangan terakhir yang mendera saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., membuat perbincangan di internet kembali marak. Saham yang diperdagangkan dengan kode HMSP tersebut terkini telah berada di kisaran Rp3.700 per lembarnya atau menguat 2,49% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan akhir pekan lalu. Sementara bila dibanding dengan titik terendah yang dicetak pada sesi akhir pekan lalu (Jumat, 12/4), maka saham HMSP telah melonjak 4,5%.

Gerak naik tajam dan terjadi dalam dua hari sesi perdagangan secara beruntun memang selalu memantik perhatian investor. Tak terkecuali dengan yang terjadi pada saham HMSP ini. Namun yang lebih menarik sesungguhnya adalah pola teknikal yang terbetnuk akibat dari gerak naik tajam secara beruntun tersebut. 

Pada ulasan teknikal edisi 8 April lalu telah ditekankan bahwa gerak turun saham HMSP sebagai gerak yang serius, dan bukan basa-basi. Dan benarlah, gerak turun HMSP akhirnya berlanjut sebagaimana diperkirakan. Pertanyaan pentingnya kini adalah, apakah gerak balik kenaikan kali ini telah membawa konsekuensi teknikal  yang serius bagi saham HMSP? Untuk menjawab pertanyaan tersebut berikut disajikan grafik harian terkini saham HMSP:

Tren jual jangka menengah yang terbentuk terlihat masih cukup solid. Gerak naik tajam dalam dua hari terakhir memang mengesankan, namun serangkaian indikator teknikal yang menyertai masih terlihat belum terpengaruh. Jarak yang terentang antara titik P-Sar dengan garis MA-Signal, terlihat masih cukup renggang. Kompresi memang telah mulai terlihat pada dua indikator tersebut, namun masih membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mencapai puncaknya.

Gerak naik tajam HMSP masih membutuhkan waktu tambahan untuk bertahan guna merubah formasi serangkaian indikator yang menyertai. Harapan memang kini mulai muncul, terutama akibat gerak candle yang telah mampu menerobos  indikator garis MA-Signal, namun sebagaimana disebutkan sebelumnya, gerak naik HMSP masih membutuhkan waktu tambahan guna setidaknya mengangkat indikator garis MA-Signal mendekati posisi titik P-Sar.

Kesimpulan akhirnya adalah bahwa tren jual masih sangat berlaku, dan investor tidak perlu terburu-buru untuk melakukan aksi akumulasi terhadap saham HMSP kali ini. Namun sekedar memberikan patokan sementara, tinjauan teknikal menunjukkan bahwa saham HMSP akan menghentikan tren jual dan sekaligus memasuki fase ketiadaan tren  bila mampu bergerak secara konsisten di atas kisaran Rp3.700 selama enam hari sesi perdagangan. Sementara untuk berbalik membentuk tren penguatan jangka menengah, saham HMSP harus mampu bergerak konsisten  di atas kisaran Rp3.775 selama enam hari sesi perdagangan. Dengan memeriksa tinjauan teknikal tersebut, maka untuk sementara ini, gerak naik HMSP dua hari terakhir cenderung masih seperti  gerak asap rokok yang melayang tanpa kepastian arahnya.