Pola gerak harga saham BJBR terlihat masih belum menunjukkan tanda-tanda pemebntukan tren.

Pola gerak harga saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk., terlihat cukup tenang sejak sesi perdagangan pertengahan Maret lalu.  Setelah menjalani tren jual yang sempat merisaukan sejak pertengahan Februari lalu, gerak harga saham yang diperdagangkan dengan kode BJBR tersebut akhirnya mampu mengakhiri tren jual untuk memasuki fase ketiadaan tren pada sesi 15 Maret.

Fase ketiadaan tren tersebut terlihat masih berlangsung hingga sesi perdagangan awal pekan ini (Senin, 15/4). Rentang gerak harga saham BJBR juga terlihat cenderung terbatas sejak pertengahan Maret lalu hingga sejumlah konsekuensi teknikal kini mulai mengintai. Akankah saham BJBR segera beralih membentuk tren dalam waktu ke depan? Serangkaian situasi teknikal masih belum menunjukkan tanda-tanda tersebut, namun demikian, telah terlalu tenangnya pola gerak harga BJBR akhirnya  mampu memantik diskusi di internet.

Untuk sekedar membahas situasi teknikal terkininya, berikut disajikan grafik harian terkini saham BJBR usai sesi perdagangan pagi awal pekan ini ditutup:

Fase ketiadaan tren yang terlihat pada grafik di atas sepertinya masih akan berlangsung cukup lama. Sementara posisi titik P-Sar yang masih setia di bawah candle, rentang gerak harga yang terjadi ter;lihat menyempit. Akhirnya posisi titik P-Sar dengan garis MA-Signal menjadi menyempit. Namun bukan berarti bahwa akan terjadi peralihan tren. Hal ini karena saham BJBR tidak berada dalam tren, maka indikator titik P-Sar sesungguhnya tidak relevan pada grafik di atas. 

Meski demikian investor yang berminat untuk melakukan aksi akumulasi terhadap saham BJBR kini perlu memberikan perhatianh pada dua titik kritis yang penting. Pertama adalah Rp2.070, di mana bila harga saham BJBR mampu bergerak di atas titik kritis tersebut selama enam hari sesi perdagangan secara konsisten maka tren penguatan jangka menengah akan terbentuk. Strategi tradingnya pun harus mengikuti tren tersebut, yaitu bersiap melalkukan aksi akumulasi. 

Kedua, namun bila yang terjadi adalah saham BJBR mampu bergerak konsisten di bawah kisaran titik kritis Rp2.020 dalam enam hari sesi perdagangan, maka tren jual jangka menengah menjadi terbentuk, di mana saham BJBR berpeluang besar untuk melakukan gerak turun lebih lanjut hinggabeberapa hari sesi perdagangan ke depan. Strategi trading untuk situasi tenikal demikian adalah melakukan aksi jual. 

Mempertimbangkan sentimen pergelaran pemilihan umum yang akan jatuh pada Rabu lusa, sangat mungkin bagi saham BJBR untuk melakukan skenario pembentukan tren penguatan dalam beberapa hari sesi perdagangan ke depan. Namun demikian investor mesti menantikan dulu pola  gerak harga saham BJBR hingga memastikan pembentukan tren. Bila disimak dalam beberapa pekan sesi perdagangan terakhir, pola gerak harga saham BJBR terlihat terlalu tenang namun  sulit untuk menghanyutkan. 

Happy Trading.