Setelah tak lagi menjabat Wakil Menkumham, awal 2017 lalu Denny sempat bikin heboh netizen.

Bicara hukum Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir, tak lengkap rasanya jika tak menyebut Nama Denny Indrayana. Ya, Denny adalah Wakil Menteri Hukum dan HAM mendampingi Amir Syamsudin era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode 2011 - 2014.

Sebelum jadi wakil menteri, Denny yang ahli hukum tata negara sempat menjadi Staf Khusus Presiden bidang Hukum, HAM dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme periode 2008-2011.

Lahir di Kotabaru, Kalimantan Selatan pada 11 Desember 1972, Denny menjadi Wamenkumham pada usia relatif muda: 39 tahun.

Lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Denny memulai karirnya sebagai dosen di almamaternya dan Universitas Islam Yohyakarta. Pada 1994, ia pernah menjadi asisten pengacara di Jeremias Lemek Law Firm Yogyakarta.

Gelar Magister diperoleh dari Universitas Minnesotta, Amerika Serikat. Sementara gelar doktornya (S3) dari University of Melbroune, Australia.

Sebelum didapuk menjadi Wamenkumham, Denny mendirikan dan menjabat Direktur Indonesian Court Monitoring (ICM) yang bergerak di bidang pemantauan pengadilan.

Ia juga pernah menjabat Direktur Pusat Kajian Anti (Pukat) Korupsi, Fakultas Hukum UGM.

Setelah tak lagi menjabat Wakil Menkumham, awal 2017 lalu Denny sempat bikin heboh netizen. Penyebabnya, sebuah cuitan dari Prof Mahfud MD yang mengabarkan Denny sempat kerja sebagai supir mobil travel di Australia.

Melalui akun Twitter @dennyindrayana, Denny pun membenarkan kabar itu.

"Iya mas. Bantu2 teman yg punya travel. Ada rezeki halal, why not. Kebetulan juga kerjaan di kampus lagi break semester," jawab Denny ketika ditanya kebenaran kabar itu oleh pemilik akun @azishusaini, Senin (23/1/2017).
Kabar terbaru, Denny menjadi kuasa hukum bagi PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), anak perusahaan yang menggarap proyek Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Melalui kantor pengacaranya, Indrayana Center for Government, Constitution, and Society, Denny mewakili kepentingan MSU yang diduuga terlibat suap dalam perizinan proyek Meikarta.

KELUARGA
Istri            : Ida Rosyidah
Anak          : Varis Hayidar Rosidin
Varras Putri Haniva

PENDIDIKAN
S1, Ilmu Hukum, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta,1995
S 2, Universitas Minnesotta, Amerika Serikat, 2001
S 3, University of Melbourne, Australia, 2005

KARIER
Dosen di UGM, Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta
Pendiri sekaligus menjadi Direktur Indonesian Court Monitoring (ICM)
Direktur Pusat Kajian Anti (Pukat) Korupsi, Fakultas Hukum UGM
Konsultan Hukum Komisi Penyiaran Indonesia, 2006
Staf Khusus Presiden bidang Hukum, HAM dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, 2008-2011
Sekretaris satgas pemberantasan mafia hukum
Wakil Menteri Hukum dan HAM, 2011-2014

PENGHARGAAN
The Australian Alumni Awards: Sustainable Economic and Social Development  Kedutaan Besar Australia, 2002