Kebijakan pemotongan pajak oleh Presiden Trump dinilai sangat positif oleh CEO Huawei, namun taktik intimidasi membuat kebijakan baik tersebut menjadi berkurang manfaatnya.

Sementara perundixngan dagang AS-China masih berlanjut dan diklaim sebagai semakin dekat dengan pencapaian kesepakatan akhir, Pendiri dan sekaligus pimpinan perusahaan raksasa teknologi asal China, Huawei menyatakan pujiannya pada Presiden AS Donald Trump.  Ren Zhengfei, yang putrinya kini sedang menghadapi ekstradisi dari Kanada atas permintaan AS menyebut  Donald Trump sebagai "presiden yang hebat."

Pujian itu disampaikan terkait dengan langkah Trump yang mengeluarkan kebijakan pemotongan pajak.  Namun menurut Ren, kebijakan bagus oleh Trump itu kini telah kurang berdampak sebagai akibat  taktik Trump yang “mengintimidasi” terhadap negara dan perusahaan. Lebih jauh  CEO Huawei  itu mengatakan bahwa AS kini terlihat  "takut" terhadap perusahaannya, namun  di sisi lainnya justru   telah membantunya dengan  mengiklankan mereknya secara global melalui seringkalinya Trump   membicarakan soal Huawei.

Secara keseluruhan,  CEO Ren Zhengfei memuji  kebijakan pemotongan pajak  yang dikeluarkan Trump, di mana pada akhirnya   akan membantu mendorong  kinerja keuangan perusahaan untuk kemudian   meningkatkan pasar saham.  Namun Ren menilai   taktik intimidasi yang dilakukan Presiden Amerika bisa memukul   investasi asing ke Amerika Serikat.

“Jika Presiden Trump terus melakukan  intimidasi terhadap  negara  atau perusahaan lain,  siapa yang  berani  mengambil risiko berinvestasi di AS? Orang-orang akan takut terjebak di sana. Dan Jika tidak ada yang berani berinvestasi di AS, lalu bagaimana mereka dapat menebus pendapatan pajak yang hilang? Pemerintah akan kesulitan mengatasi defisitnya. ” demikian urai Ren  kepada CNBC dalam sebuah wawancara. 

“Setelah Trump memotong pajak,  semestinya kemudian melakukan hal yang  lebih bersahabat dengan negara lain dan mencoba meyakinkan semua orang bahwa AS adalah tempat yang bagus untuk berinvestasi. Jika semua orang pergi berinvestasi di AS, ekonomi AS akan tumbuh secara dramatis."

Pernyataan CEO Huawei ini diluncurkan di tengah masih berjalannya perundingan dagang AS-China, di mana baik pemerintah  AS maupun China sedang sangat berkepentingan untuk mencapai kesepakatan akhir yang memuaskan. Pemerintahan Trump menginginkan secepatnya mencapai kesepakatan akhir guna dijadikan bekal dalam pemilihan umum tahun depan, sedangkan pemerintah China berharap kesepakatan tersebut mampu meredakan gelombang perlambatan yang sedang mengintai serius.