Perunding AS disebutkan mulai melunak soal pencabutan subsidi dan keringanan pajak yang diberikan pemerintah China terhadap sejumlah industri.

Sebuah laporan terkini dari jalannya perundingan dagang AS-China menyebutkan, pihak perunding AS yang mulai melunakkan tuntutan pada pemerintah China terakit dengan Subsidi dan keringanan pajak. Laporan lebih lanjut menyatakan,  perunding dari AS yang mulai menyadari bahwa terlalu sulit untuk merubah cara beroperasinya  perekonomian China melalui perundingan dagang.

Namun sebagai imbangan dari  melunaknya tuntutan atas persoalan subsidi dan keringanan pajak tersebut, perunding AS berfokus pada pembukaan akses pasar China, serta permasalahan pemaksaan transfer tekhnologi dan perlindungan hak kekayaan intelektual. Perunding AS disebutkan mulai menyadari, kebijakan yang diambil pemerintahan Presiden Xi Jinping dalam memberikan subsidi dan keringanan pajak yang sangat besar bagi sejumlah industri penting (sebagian besarnya adalah badan usaha milik negara BUMN)  di China sebagai terlalu sulit untuk dirubah.

Terlebih, sejumlah besar belanja produk oleh China  dilakukan oleh perusahaan negara (BUMN), termasuk belanja produk yang berasal dari AS.  Untuk dicatat, kebijakan pemberian subsidi dan keringanan pajak oleh pemerintah China ditujukan untuk membangun kuatnya industri berkaitan dalam jangka panjang. Masalah subsidi industri dinilai sebagai masalah yang  sangat sulit karena terkait dengan kebijakan industri pemerintah China. Beijing memberikan subsidi dan keringanan pajak kepada perusahaan milik negara dan sektor-sektor yang dipandang strategis untuk pembangunan jangka panjang.  Hal ini sejalan dengan upaya Presiden China Xi Jinping untuk   memperkuat peran negara di berbagai bidang  ekonomi.

Langkah melunakkan tuntutan pencabutan subsidi dan keringanan pajak yang dilakukan oleh para perunding Amerika Serikat ini dinilai sebagai upaya untuk mencapai kesepakatan dagangan AS-China yang perundingannya telah berlangsung dalam beberapa putaran dalam empat bulan terakhir.  Baik Amerika Serikat maupun China samngat membutuhkan tercapainya kesepakatan akhir yang menyeluruh.

Bagi pemerintah China, kesepakatan yang tercapai akan meredakan terjangan gelombang perlambatan ekonomi yang masih muram, sementara bagi Amerika Serikat Presiden Donald Trump membutuhkan bekal positif dalam menghadapi gelaran pemilihan presiden tahun depan.  Kesepakatan akhir yang tercapai dengan China akan menjadi bekal yang sangat fantastis bagi Presiden Donald Trump untuk mempertahankan kekuasaan di Gedung Putih.