Gerak menguat IHSG terlihat berseiring dengan nilai tukar mata uang Rupiah di pasar valuta.

Sesi perdagangan saham awal pekan ini di bursa efek Indonesia akhirnya dibuka dengan gerak menguat  indeks harga saham gabungan (IHSG).  Sementara sebagaimana diwartakan sebelumnya, gerak indeks yang mengalami penguatan sangat tajam di sejumlah bursa saham utama Asia dalam mengawali sesi perdagangan pagi awal pekan ini (Senin, 15/4). Sentimen dari rilis data perdagangan internasional China  yang secara mengejutkan jauh melampaui ekspektasi pasar menjadi faktor pendorong optimisme pelaku pasar di Asia. Namun sentimen tersebut juga mendapatkan sokongan lebih kuat lagi dari rilis kinerja keuangan emiten bursa Wall Street yang menunjukkan kinerja cemerlang di kuartal pertama tahun ini.

Gerak indeks Wall Street akhirnya melompat tajam, dan kini mulai merambah bursa saham Asia, termasuk IHSG di Jakarta.  Pantauan terkini menunjukkan, gerak IHSG yang berada di kisaran 6.434,91 atau menguat signifikan 0,45%. Gerak IHSG diyakini masih akan mampu melakukan gerak naik lanjutan di tengah sikap investor yang menantikan pergelaran pemilihan umum Rabu lusa.

Hinbgga ulasan ini disunting, pantauan terkini menunjukkan  indeks Nikkei (Jepang) yang telah melompat tajam 1,33% untuk berada di kisaran 22.162,06, sementara indeks Hang Seng (Hong Kong) melonjak 1,13% untuk menjangkau posisi 30.249,07, dan indeks  KOSPI (Korea Selatan) yang  terangkat 0,71% untuk menjangkau kisaran  2.249,22. Sedangkan indeks   ASX 200 (Australia) terpantau menjadi satu-satunya indeks di Asia yang masih  yang terjebak di zona koreksi tipis dengan menurun 0,05% untuk berada di posisi 6.248,1. Hingga sejauh ini, gerak indeks masih mencerminkan sikap optimis investor dengan sangat dominan.

Sementara laporan dari pasar valuta menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang Rupiah yang secara spektakuler mampu memimpin penguatan mata uang Asia dalam mengawali sesi perdagangan pekan ini.  Sentimen dari data China terlihat dijadikan momentum dengan maksimal oleh Rupiah untuk merealisasikan potensi teknikalnya. Rupiah dalam tinjauan teknikal terkini bahkan telah berada di ambang pembentukan tren penguatan jangka menengah.

Hingga ulasan ini disunting, Rupiah terpantau ditransaksikan di kisaran Rp14.075 per Dolar AS atau menguat tajam 0,54% dibanding posisi penutupan sesi akhir pekan lalu.  Sedangkan pada mata uang Asia lainnya, gerak nilai tukar terlihat masih bervariasi. Sejumlah perkiraan bahkan menyebutkan bahwa Rupiah sangat berpotensi menguat lebih lanjuta hingga menghantarkan Dolar AS kembali menginjak  level psikologis di Rp13.000-an dalam waktu dekat.