Huawei kini membuka opsi untuk menjual produk Chip 5G nya ke perusahaan pesaingnya termasuk Apple yang asal AS.

Kabar kali ini, sepertinya  agak sulit untuk tidak dinilai sebagai sikap meledek. Adalah raksasa perusahaan telekomunikasi asal China, Huawei yang membyuka opsi untuk menjual produk Chip 5G nya ke produsen smartphone lain termasuk pesaing beratnya, Apple yang asal Amerika Serikat.  Sebagaimana diketahui, raksasa perusahaan asal AS itu yang hingga kini masih kesulitan untuk memperoleh Chip 5G guna memproduksi smartphone yang memiliki kinerja  diidamkan penggunanya itu.

Pemasok Chip untuk Apple selama ini, Intel dan Qualcomm disebutkan masih belum memiliki produk Chip 5G untuk Apple hingga tahun depan.  Situasi demikian membuat Apple harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalannya dalam memproduksi smartphone 5G terhadap rival beratnya, Samsung dan Huawei. Namun di sisi lainnya, Apple juga harus menghadapi realitas bahwa pemerintahan AS di bawah presiden Donald Trump telah berulangkali dengan jelas untuk melarang penggunaan produk telekomunikasi asal China, terutama Huawei, yang diyakini rentan dengan aksi koleksi data intelejen secara ilegal  oleh pemerintah China.

Sekalipun kecurigaan pemerintahan Trump tersebut selalu disangkal oleh Huawei maupun pemerintah China, namun sejumlah besar negara barat terlihat sulit menynangkal kekhawatiran tersebut.  Khusus pada pabrikan smartphone ternama asal AS, Apple, ketertinggalan dalam memproduksi smartphone 5G yang berkombinasi dengan  kebijakan politik Trump akan semakin menyulitkan penguasaan pangsa pasar dunia yang akhir-akhir ini telah semakin tergerus oleh produk asal China.

Seju,lah laporan terkini menyatakan, pihak Huawei yang mungkin akan merubah strategi bisnisnya dengan menjual untuk perusahaan rival produk chip 5G nya, di mana selama ini Huawei secara eksklusive membuat chip tersebut untuk produksinya sendiri.  Namun lagi-lagi, langkah ini terkesan sulit untuk tidak dinilai sebagai  sikap meledek atas ketertinggalan  Apple yang asal AS pada produksi smartphone 5G.

Terlebih, perundingan dagang AS-China yang dalam beberapa bulan telah berlangsung, di mana pihak China dan AS masih bergulat dengan sejumlah isu rumit, termasuk soal ekstradisi salah satu petinggi Huawei dari Kanada yang merupakan putri dari pendiri dan sekaligus pimpinan Huawei, Ren Zhengfei.