Dari jumlah laba bersih 2018 sebesar Rp25,9 triliun, sekitar 32,4 persen atau Rp8,39 triliun dibagikan sebagai dividen.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membagikan dividen kepada pemegang saham. Total dividen yang dibagikan adalah sebesar Rp8,39 triliun.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BCA yang digelar hari ini, Kamis (11/4/2019). Dalam rapat diputuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp340 per lembar.

Pada 2018, BCA meraup laba bersih sebesar Rp25,9 triliun. Jumlah laba tersebut meningkat sekitar 10,9 persen dari 2017. Dari jumlah laba bersih itu, sekitar 32,4 persen atau Rp8,39 triliun dibagikan sebagai dividen. Porsi dividen yang dibagikan meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 27 persen terhadap laba bersih.

"Dividen itu sudah termasuk dividen interim sebesar Rp85 per saham yang telah dibayarkan oleh perseroan pada tanggal 21 Desember 2018. Sisanya, Rp255 per saham dibayarkan pada Mei 2019," ujar Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja usai RUPST di Ballroom Hotel Kempinski, Kamis (11/4).

Menurut Jahja, peningkatan dividen yang berasal dari laba bersih ditopang oleh kinerja bisnis perusahaan, khususnya pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp45,3 triliun atau tumbuh 8,3 persen dari tahun sebelumnya. Pendapatan bunga ditopang oleh petumbuhan kredit yang mencapai 15,1 persen atau mencapai angka nominal Rp538 triliun sepanjang 2018.

Selain karena pendapatan bunga, terdapat pula pendapatan operasional sebesar Rp 17,7 triliun. Pendapatan dari masing-masing saluran kemudian dikurangi dengan beban operasional.

Dari total dividen itu, diketahui sebanyak Rp4,6 triliun mengalir ke kantong Hartono bersaudara selaku pemegang 54,94 persen atau 13,54 juta lembar saham BCA yang dimiliki oleh PT Dwimuria Investama Andalan. Sementara itu, sekitar Rp147,58 miliar dialirkan kepada Anthony Salim yang menggenggam 1,76 persen. Sisanya, sebanyak Rp3,62 triliun masuk kantong pemegang saham masyarakat lain yang menggenggam total saham 43,3 persen.