Tekanan jual yang mendera saham ASII secara teoritis telah reda dalam sepekan sesi perdagangan terakhir.

Setelah membentuk tren jual di sesi perdagangan 13 Februari lalu, gerak harga saham PT Astra Internasional Tbk., terlihat  menapak penurunan dengan konsisten hingga awal pekan ini. Namun sebagaimana diperkirakan dalam ulasan sebelumnya, saham yang diperdagangkan dengan kode ASII telah mencapai puncak kejenuhan tren jual pada sesi perdagangan awal pekan ini. Hal ini ditunjukkan denganberalihnya posisi titik  P-Sar ke bawah candle yang telah terjadi dalam empat hari sesi perdagangan terakhir.

Namun untuk menghentikan tren jual jangka menengah dengan sempurna, saham ASII masih harus memenuhi syarat berikutnya, yaitu dengan mampu bergerak konsisten di atas batas teknikal psikologisnya di Rp7.346 per lembarnya selama enam hari sesi perdagangan. Dengan posisi penutupan harga di akhir pekan ini yang berada di kisaran Rp7.325 per lembar, agaknya syarat tersebut tidak terlalu sulit bagi saham ASII untuk memenuhinya.

Bila hal ini terjad, tentu akan menjadi kabar baik bagi investor, mengingat saham ASII telah memiliki rekam jejak kinerja fundamental yang sangat mengesankan. Untuk melihat situasi teknikal terkininya, berikut disajikana grafik harian saham ASII:

Sementara serangkaian sentimen yang akan menghampar di pasar global dalam sepanjang pekan depan terlihat masih cukup kondusif, gerak naik harga saham ASII masih terbuka cukup lebar. Pertanyaan yang kini justru menarkk adalah apakah saham ASII akan dengan cepat mampu membentuk tren beli jangka menengah?

Dari grafik yang terlihat di atas, serangkaian indikator teknikal yang tersedia menunjukkan peluang besar bagi saham ASII untuk terlebih dulu memasuki fase ketiadaan tren yang agak panjang.  Hal ini terlihat dari posisi titik P-Sar yang tak  berjarak cukup renggang dalam tiga hari sesi perdagangan. Puncak kejenuhan tren jual yang terjadi memang secara nyata telah memperlihatkan mulai redanya tekanan jual.

Namun tekanan beli yang tersedia juga terlihat masih belum signifikan sehingga jarak yang terentang antara titik P-Sar dengan candle masih cukup rapat. Terlebih jarak antara titik P-Sar dengan garis MA-Signal yang kurang meyakinkan.  Serangkaian pola ini menunjukkan masih terbatasnya tekanan beli yang tersedia untuk mengangkat harga saham ASII lebih tinggi.

Untuk membentuk jarak yang cukup renggang, harga saham ASII   harus melakukan lompatan tinggi, di mana hal itu sekaligus mencerminkan tekanan beli yang kuat dan di saat bersamaan takluknya tekanan jual. Gerak naik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir saham ASII sesungguhnya masih belum terlalu signifikan. Namun bahwa hal ini menunjukkan telah redanya tekanan jual, adalah benar adanya.

Investir yang berminat untuk membusur saham ini, situasi teknikal terkini sesungguhnya telah cukup aman, namun akan lebih bijaksana bila setidaknya menantikan terlebih dulu berakhirnya tren jual jangka menengah untuk memasuki fase ketiadaan tren.