Saham BJTM berpeluang besar untuk segera mengakhiri tren jual jangka menengahnya.

Usai menjalani rally panjang sejak sesi perdagangan pekan pertama November tahun lalu, gerak harga saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk., terlihat menurun konsisten dalam lebih dari sebulan terakhir. Berkat tren penguatan yang terbentuk sangat solid pada pekan pertama November tahun lalu, gerak harga saham yang diperdagangkan dengan kode BJTM itu melonjak tinggi hingga mencapai puncaknya di sesi perdagangan 7 Februari lalu dengan mencetak harga Rp755 pada akhir Januari lalu.

Setelahnya, gerak harga saham BJTM terlihat mulai menghentikan gerak naik dan terkonsolidasi hingga mengakhiri tren beli jangka menengah pada sesi 13 Februari lalu. Gerak harga kemudian beralih turun dengan konsisten hingga pada sesi perdagangan 21 Februari membentuk tren jual jangka menengah. Akibatnya kemudian menjadi sangat jelas, gerak turun harga saham BJTM semakin parah dan mulai reda pada sesi perdagangan Kamis lalu.  Gerak harga terlihat mencoba bangkit dengan menguat dalam dua hari sesi perdagangan terakhir sebagaimana terlihat dalam grafkik harian berikut:

Tren jual yang terbentuk pada pekan ke tiga Februari lalu sesungguhnya sangat solid, dan hal ini semakin terbukti dengan gerak turun curam yang berlangsung dengan klonsisten hingga tiga hari lalu.  Meski demikian, batas dari tekanan jual mulai terlihat dalam sepekan terakhir dengan terjadinya kompresi pada sejumlah indikator pentingnya. 

Paling mudah diamati, kompresi yang terjadi pada jarak antara titik P-Sar dengan garis MA-Signal, di mana  jarak yang terentang terlihat sangat sempit  dan mencapai puncak kompresi pada Kamis lalu. Gerak naik tajam di sesi perdagangan akhir pekan membuat peralihan posisi titik P-Sar tidak terhindarkanuntuk berada di bawah candle yang sekaligus menunjukkan mulai tumbuhnya tekanan beli.

Meski demikian, tren jual secara teoritis masih belum berakhir di grafik harian. Hal ini mengingat posisi garis MA-Signal yang masih berada di bawah batas teknikal psikologisnya. Namun bila gerak naik berlanjut  dengan konsisten dan signifikan pada sesi pekan depan, maka akan dengan cepat tren jual segera diakhiri untuk sekaligus memasuki fase ketiadaan tren. Untuk mencapai situasi teknikal tersebut, gerak harga saham BJTM diharuskan mampu bergerak konsisten di atas kisaran Rp688 per lembar dalam enam hari sesi perdagangan.

Melihat posisi terkini harga saham BJTM yang masih di kisaran Rp665 per lembarnya, rasanya cukup besar peluang bagi saham BJTM untuk mengakhiri tren jual dalam waktu relatif singkat. Puncak kejenuhan tren jual yang telah terjadi merupakan petunjuk penting bahwa tekanan jual telah mulai kehabisan energi dalam menghadapi tekanan beli yang mulai tumbuh. Investor kini hanya perlu menantikan titik kritis Rp688 untuk dilintasi saham BJTM guna melakukan aksi akumulasi jangka menengah.