Istilah 'Jumat Keramat' tenar karena KPK kerap menahan tersangka, mengumumkan tersangka kelas kakap, atau menggelar penindakan pada hari Jumat.

Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi kembali menguatkan istilah 'Jumat Keramat'. Tak hanya Romi, sejumlah politisi pun sudah terkena tuah 'Jumat Keramat' ini.

Romi ditangkap KPK saat sedang berada di Surabaya pada Jumat (15/3). Dalam operasi tangkap tangan ini, KPK mengamankan 6 orang, termasuk Romi dan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanudin, serta satu orang dari swasta.

Istilah 'Jumat Keramat' tenar karena KPK kerap menahan tersangka, mengumumkan tersangka kelas kakap, atau menggelar penindakan pada hari Jumat.

Sebelum Romi, sejumlah politisi pun pernah terjerat KPK di hari Jumat. Berikut deretan politisi yang terkena 'Jumat Keramat' sebelum kasus Romi:

1. Zumi Zola
KPK mengumumkan Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai tersangka atas dugaan penerima hadiah atau gratifikasi terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi dan penerimaan lain dalam kurun waktu sebagai gubernur 2016-2021 sebesar Rp 6 miliar pada Jumat, 2 Februari 2018. Padahal, KPK sudah menetapkan politikus PAN itu sebagai tersangka sejak 24 Januari 2018.

2. Setya Novanto
KPK menetapkan Setya Novanto menjadi tersangka e-KTP untuk kedua kalinya pada Jumat, 10 November 2017. Pengumuman penetapan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK. Sebagai pemenuhan hal tersangka, KPK mengantarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada yang bersangkutan ke kediaman politikus Golkar itu.

3. Anas Urbaningrum
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjadi tersangka dalam kasus pemberian dan janji dalam kaitan proyek Hambalang dan proyek lainnya. KPK menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka pada Jumat, 22 Februari 2012. Ia telah diadili dan kini sedang menjalani hukuman.

4. Angelina Sondakh
Politikus Demokrat Angelina Sondakh juga ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proyek pembangunan Wisma Atlet Jakabaring, Palembang pada Jumat, 3 Februari 2012. Mantan Puteri Indonesia ini disebut menerima uang melalui anak buah Muhammad Nazaruddin, yaitu Mindo Rosalina Manullang. Suap tersebut terkait dengan pembangunan Wisma Atlet SEA Games. Angie adalah salah seorang anggota Komisi Olahraga Dewan Perwakilan Rakyat. Seperti Anas, Angie juga sedang menjalani hukuman penjara.

5. Suryadharma Ali
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali resmi menjadi tahanan KPK pada Jumat, 10 April 2015. Dia ditangkap KPK karena melakukan tindak pidana korupsi pelaksanaan ibadah haji periode 2010-2013 ketika menjabat sebagai Menteri Agama untuk periode 2009-2014. Saat ini, Suryadharma ditahan di Lapas Sukamiskin.

6. Idrus Marham
Mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham juga tersandung di 'Jumat Keramat'. Dia ditahan KPK pada Jumat, 31 Agustus 2018 berkaitan dengan perkara suap proyek PLTU Riau-1. Saat ini proses persidangan terhadap Idrus masih berlangsung.

7. Taufik Kurniawan
Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional itu ditahan KPK pada Jumat, 2 November 2018. KPK menjerat Taufik sebagai tersangka karena diduga menerima duit Rp 3,65 miliar dari Yahya Fuad. Uang itu diduga terkait dengan perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016 yang direncanakan Rp 100 miliar. Sprindik Taufik sendiri sudah terbit pada 18 Oktober 2018.

Selain tujuh politisi itu, ada pula nama-nama seperti mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda Gultom, mantan sekretaris jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella, mantan Ketua Umum AMPG Fahd A Rafiq, mantan Wakil Rektor UI Tafsir Nurchamid, serta mantan Kepala Bakamla Nofel Hasan yang terjaring KPK di Jumat Keramat.