Gerak menguat IHSG juga terlihat berseiring dengan laporan dari pasar valuta, di mana nilai tukar Rupiah berhasil menginjak zona penguatan .

Menutup sesi perdagangan saham akhir pekan ini di bursa efek Indonesia, Indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya mampu melakukan penguatan tajam setelah sempat tertahan di sesi perdagangan pagi. Gerak menguat tajam IHSG terlihat seiring dengan gerak naik indeks di sejumlah bursa saham utama Asia.  Gerak menguat IHSG juga terlihat berseiring dengan laporan dari pasar valuta, di mana nilai tukar Rupiah berhasil menginjak zona penguatan setelah sempat berkutat di zona pelemahan dalam waktu cukup lama.

Sebelumnya serangkaian laporan menyatakan, sentimen terkini dari  perundingan dagang AS-China di mana presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington akan melihat hasil kesepakatan pwrundingan dagang AS-China pada tiga hingga empat pekan ke depan. Sementara di sisi lainnya laporan menyatakan pihak pemerintah China   yang berupaya menyegel kesepakatan akhir AS-China sebelum digelarnya pertemuan antara Donald Trump dengan Xi Jinping.

Serangkaian sentimen tersebut mulanya hanya mampu mengantarkan indeks di bursa Asia menguat terbatas. Namun beberapa waktu kemudian gerak indeks naik semakin tajam hingga ditutupnya sesi perdagangan.  Indeks Nikkei (Jepang) akhirnya ditutup melonjak 0,77% untuk berakhir di 21.450,5, sementara indeks kompsit Shanghai (China) menanjak 1,04% untuk berakhir di 3.021,75, serta indeks Hang Seng (Hong Kong) yang naik 0,56% untuk terhenti di kisaran 29012,26. Sedangkan indeks KOSPI (Korea Selatan) melompat 0,95% untuk terhenti di posisi 2.176,11, dan indeks ASX 200 (Australia) yang menjadi satu-satunya terperosok di zona merah dengan melemah tipis 0,07% untuk menetap di 6.175,2.

Pada bursa efek Indonesia, IHSG akhirnya menutup sesi perdagangan akhir pekan ini dengan menguat sangat tajam 0,74% untuk berada di posisi 6.461,18. Gerak naik IHSG terlihat konsisten di sepanjang sesi perdagangan hari ini dan  semakin tajam menjelang sesi perdagangan berakhir. Sentimen positif domestik yang menjadi pendorong bagi IHSG kali ini datang  dari rilis data neraca perdagangan internasional yang surplus untuk bulan Februari lalu.

Akibat dari gerak IHSG yang mampu menunjukkan kenaikan konsisten tinggi dan berkombinasi dengan  rilis data perdagangan yang surplus akhirnya mampu menghantarkan nilai tukar mata uang Rupiah ke zona penguatan.   Sebelumnya gerak nilai tukar Rupiah tercatat konsisten di zona pelemahan bahkan sempat mencetak titik termurahnya di kisaran Rp14.310 per Dolar AS. Namun pada sesi perdagangan sore gerak nilai tukar Rupiah berbalik hingga mampu menginjak zona positif. Terkini, Rupiah ditransaksikan di kisaran Rp14.255 per Dolar AS atau menguat tipis 0,05% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan sehari sebelumnya.