Rilis data neraca dagang yang membukukan surplus berhasil mengangkat IHSG lebih tinggi.

Sesi pagi perdagangan saham di bursa efek Indonesia akhirnya berhasil ditutup dengan kenaikan tajam. Sentimen kali ini datang dari domestik dan eksternal yang kompak positif hingga menghantarkan indeks harga saham gabungan semakin percaya diri melonjak  signifikan. Laporan dari berbagai media menyebutkan, kinerja ekspor-impor Nasional  untuk bulan Februari lalu yang membukukan surplus sebesar $0,33 milyar setelah dalam empat bulan sebelumnya mengalami defisit secara beruntun.

Sementara sentimen eksternal datang dari berhasilnya indeks di bursa saham Asia menguat tajam setelah sempat mengawali sesi perdagangan dengan gerak naik yang malas dan terbatas.  Laporan sebelumnya menyatakan, pelaku pasar di Asia yang masih memberikan prosi besar perhatiannya pada  perkembangan terkini perundingan dagang AS-China, di mana Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan dagangan akhir AS-China mungkin bisa dipastikan tiga hingga empat minggu ke depan.

Pelaku pasar di Asia akhirnya beralih dengan lebih yakin untuk melanjutkan tekanan beli hingga sesi siang ini. Inderks Nikkei (Jepang) tercatat menguat tajam 1,05% untuk berada di kisaran 21.510,76, sementara indeks komposit Shanghai (China) melompat 1,54% untuk menjangkau posisi 3.036,76, serta indeks Hang Seng (Hong Kong) melonjak 0,95% untuk berada di kisaran 29.124,18. Sedangkan indeks ASX 200 (Australia) menguat moderat 0,22% untuk berada di popsisi 6.193,0, dan indeks KOSPI (Korea Selatan) yang menguat signifikan 0,76% untuk berada di  posisi 2.172,17.

Secara keseluruhan, gerak indeks telah berhasil secara konsisten untuk bertahan di zona penguatan dengan meyakinkan. Hal yang sama juga terjadi pada IHSG, di mana setelah membuka dengan kenaikan tipis, gerak naik lanjutan kemudian semakin tajam hingga sesi perdagangan pagi ditutup. IHSG kemudian  mengakhiri sesi dengan menguat  signifikan 0,6% untuk berada di kisaran 6.451,86.

Kabar cerah dari bursa saham Jakarta terlihat kurang berseiring dengan kabar dari pasar valuta kali ini. Pantauan menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang Rupiah yang masih tertekan di zona pelemahan hingga siang ini. Rupiah, sebagaimana dimuat dalam ulasan sebelumnya sempat melemah hingga kisaran Rp14.310 per Dolar AS, namun kemudian berbalik mengikis pelemahan usai rilis data neraca dagang yang mengalami surplus untuk bulan Februari. Terkini, Rupiah ditransaksikan di kisaran Rp14.288 per Dolar AS atau melemah 0,1% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan kemarin.