Pelibatan keluarga dalam sebuah kebijakan pemerintah bertentangan dengan azas manajemen modern.

WAKIL Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengingatkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil soal  potensi konflik kepentingan dalam pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan (TAP). Pasalnya, dalam tim yang dibentuk Ridwan Kamil itu muncul nama adik kandung dan sepupunya. 

"Rekomendasi KPK selalu mengingatkan untuk menghindari konflik kepentingan. Itu yang utama dalam menghindari prilaku korup," kata Saut di Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019.

Tim akselerasi yang dibentuk Emil menjadi sorotan lantaran diisi adik kandung, sepupu, serta sejumlah mantan tim suksesnya saat berlaga dalam pemilihan gubernur. 

Tim itu dibentuk lewat Keputusan Gubernur Nomor 060.1/Kep.1244-Org/2018 dan diketuai oleh Rektor Universitas Padjajaran Tri Hanggono. Total ada 19 orang di dalamnya. 

Adik Emil, Elpi Nazmuzzaman dan sepupunya  menjabat sebagai Dewan Eksekutif TAP Jabar. Sedangkan, bekas Wakil Ketua Tim Kampanye Arfi Rafnialdi menjadi Ketua Harian TAP Jawa Barat.

Selain itu, muncuk pula nama Sri Pujiyanti yang menjadi Wakil Sekretaris dan Lia Endiani dipercaya Ketua Tim Media Tim Kampanye. Keduanya kini berada dalam Dewan Eksekutif TAP Jabar.

Ridwan Kamil sendiri mengatakan tim itu bertugas memberi masukan terkait kebijakan serta memastikan visi misi gubernur berjalan lancar sesuai target. 

"Sehingga rakyat melihat Jawa Barat maju lancar," ujarnya.

Namun, Saut mengatakan pelibatan keluarga dalam sebuah kebijakan pemerintah bertentangan dengan azas manajemen modern. Dia menilai meski pembentukan tim itu telah diatur penganggarannya, tetap saja potensi konflik kepentingan tetap ada. 

"Tidak melibatkan keluarga itu jadi hal penting," kata dia.

 Saut mengatakan akan berkoordinasi dengan koordinator KPK wilayah Jawa Barat untuk mencermati pembentukan tim itu.[]

Baca juga:
Akhirnya, KPK Ungkap Mengapa Ketum PPP Romahurmuziy Ditangkap 

OTT Ketum PPP Romahurmuziy, Sempat Kejar-kejaran dengan Penyidik dan Ada Orang yang Dipiting