Gerak naik signifikan IHSG di sesi kali ini tercatat kontras dengan laporan dari pasar valuta, di mana nilai tukar mata uang Rupiah tercatat kembali melemah.

Sentimen terkini dari perundingan dagang AS-China akhirnya mulai merambah sesi perdagangan saham di Jakarta. Sebelumnya sentimen tersebut telah  berhasil menghantarkan indeks Wall Street berakhir mixed dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu. Sentimen serupa juga telah merambah bursa saham Asia di mana laporan terkini menunjukkan, gerak naik yang semakin signifikan terjadi di sejumlah indeks di bursa saham utama Asia.

Seperti diwartakan sebelumnya Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa pihaknya akan mengetahui hasil kesepakatan akhir perundingan dagang AS-China dalam tiga hingga empat pekan ke depan.  Sentimen tersebut akhirnya memantik sikap keraguan sejumlah investor di Wall Street dan bursa Asia. Namun pelaku pasar di Asia terlihat mulai beranjak untuk lebih optimis dalam merespon pernyataan Trump tersebut.

Hingga ulasan ini disunting, gerak indeks Nikkei (Jepang) tercatat menguat tajam 0,84% untuk menjangkau kisaran 21.466,18, sementara indeks komposit Shanghai (China) melompat 0,81% untuk berada di posisi 3.014,97, dan indeks KOSPI (Korea Selatan) yang menguat 0,47% untuk berada diposisi 2.165,91. Sedangkan indeks Hang Seng (Hong Kong) tercatat melemah tipis 0,01% untuk berada di kisaran 28.847,71, dan indeks ASX 200 (Australia) yang terkikis 0,04% untuk berada di posisi 6.177,2.

Gerak indeks di bursa saham utama Asia yang terlihat mulai semakin berani untuk mendaki lebih tinggi membuat IHSG semakin percaya diri melanjutkan gerak naik yang telah dibukukan di sesi perdagangan kemarin. Hingga ulasan ini dimuat, posisi terkini IHSG tercatat berada di 6.445,41 atau menguat signifikan 0,5% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan hari sebelumnya. Sementara pada sesi prapembukaan, IHSG tercatat hanya menguat moderat 0,1%  untuk berada di 6.420,18.

Gerak naik signifikan IHSG di sesi kali ini tercatat kontras dengan laporan dari pasar valuta, di mana nilai tukar mata uang Rupiah tercatat kembali melemah dalam sesi perdagangan awal hari ini. Laporan terkini menyebutkan Rupiah yang ditransaksikan di kisaran Rp14.300 per Dolar AS atau melemah 0,27% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan kemarin. Gerak melemah Rupiah kali ini terjadi di tengah mixednya gerak nilai tukar mata uang Asia terhadap Dolar AS.