Pengendara yang bernama Ahmad Sahrudin, 32 tahun, warga Serpong tidak menggunakan helm dan plat nomor belakang tidak terpasang.

Ada-ada saja tingkah pelanggar lalu lintas. Kali ini seorang pria pengendara motor yang melanggar lalu lints diamankan Kepolisian Resor Tangerang Selatan karena berteriak sebagai teroris dan anak buah teroris Amrozi.

"Awalnya dia ini melanggar lalu lintas karena tidak menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor, kemudian saat di berhentikan anggota Polantas di perempatan German Center dia berteriak kalau anggota teroris," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Alexander Yurikho.

Kejadian terjadi pada Kamis siang sekitar pukul 10.30 WIB. Pengendara yang bernama Ahmad Sahrudin, 32 tahun, warga Serpong tidak menggunakan helm dan plat nomor belakang tidak terpasang.

"Saat hendak ditangkap dia teriak kelompok teroris yang ngebom Sarinah, saat diperiksa ternyata terduga pelanggar ini tidak membawa identitas apapun," kata Alex.

Pengendara motor itu kemudian dibawa ke Polres Tangerang Selatan. Polisi juga memanggil pihak keluarga dan melacak plat nomor depan yang terpasang di motor.

Dari keterangan keluarga, pengendara bersangkutan ternyata menderita gangguan kejiwaan. "Keluarganya datang membawa surat- surat keterangan dari rumah sakit bahwa yang bersangkutan ini sedang mengalami pengobatan di RS Dr Marzoeki Mahdi Bogor, Jawa Barat karena mengidap penyakit Skizofrenia Paranoid atau menderita ganguan kejiwaan," kata Alex.

Menurut pengakuan keluarga, kata Alex, pengendara ini secara diam- diam mengemudikan motor kakaknya untuk pergi ke tempat kerja saudara lainnya untuk memperbaiki telepon genggam miliknya.

"Dia anak ke-8 dari 10 bersaudara. Yang bersangkutan ini memiliki ganguan kejiwaan sejak April 2018 setelah bercerai dengan istrinya," ujarnya.

Saat ini, kata Alex, polisi berkoordinasi dengan RS Marzoeki Mahdi Bogor, Jawa Barat terkait surat keterangan gangguan kejiwaan dari yang bersangkutan. Saat diperiksa, pengendara motor itu berbicara meracau.