Saham WIIM sesungguhnya telah berada dalam tren jual sejak lebih dari sepekan lalu.

Sesi perdagangan saham kemarin di bursa efek Indonesia akhirnya diwarnai dengan gerak naik fantastis salah satu saham yang cukup menarik. Adalah saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk., yang diperdagangkan dengan kode WIIM yang mengalami lonjakan harga fantastis hingga 13,77% dalam menutup sesi untuk berakhir di Rp314 per lembarnya.

Sementara sentimen dari kinerja fundamentalnya tidak  terlalu mengesankan, kenaikan tinggi dalam sehari tentu menjadi perhatian investor.  Saham dari perusahaan yang bergerak di bidang produksi rokok ini sesungguhnya telah mengalami tekanan jual dalam jangka cukup lama sejak mencapai titik tertingginya pada sesi 7 Februari lalu di Rp444  per lembarnya. Usai titik tertinggi tersebut tercetak, gerak harga WIIM terpantau konsisten menjalani koreksi signifikan hingga dua hari sesi perdagangan yang lalu.

Gerak naik yang tiba-tiba terjadi dan dalam taraf fantastik yang terjadi pada sesi perdagangan kemarin tentu membawa sejumlah konsekuensi teknikal. Untuk itu  grafik harian terkini saham WIIM yang terlihat di gambar berikut dicermati lebih seksama.

Saham WIIM sesungguhnya telah berada dalam tren jual sejak lebih dari sepekan lalu ketika  indikator garis MA-Signal berhasil memotong ke bawah batas teknikal psikologisnya. Tren jual tersebut tercatat masih berlaku hingga sesi perdagangan hari ini. Namun peluang untuk membentuk kompresi pada sejumlah indikator memang mulai terklihat sekarang.  Kompresi pertama terlihat dari indikator titik P-Sar dengan garis MA-Signal, di mana situasi ini  tinggal menantikan terbentuknya puncak kompresi untuk membuka peluang pembalikan gerak harga saham WIIM.

Konpresi berikutnya terjadi pada jarak antara candle dengan garis MA-Signal. Bahkan kompresi yang satu ini telah membuat  posisi candle sebagian telah menembus garis MA-Signal sebaga pertanda penting telah mulai berkurangnya tekanan jual yang tersedia.  Gewrak harga naik takan di sesi perdagangan kemarin, kini telah membuat garis MA-Signal ditembus oleh candle dan sekaligus mulai menantang tren jual yang masih berlaku.

Meski demikian, pelaku pasar hendaknya masih bersabar untuk memasuki saham WIIM ini. Hal ini mengingat tren jual, betapa pun kompresi telah mulai terjadi, masih cukup solid. Untuk memasuki saham ini, investor dianjurkan menunggu terlebih dulu kompresi yang memuncak pada jarak antara titik P-Sar dengan garis MA-Signal. Perkiraan kasar, bila gerak harga saham WIIM konsisten seperti terjadi dalam dua pekan sesi perdagangan terakhir, puncak kompresi akana terjadi pada enam hari sesi perdagangan ke depan.  Asap Rokok, sepertinya akan memberikan sensasi melayang pada harga saham WIIM bila pembalikan tren terjadi dalam beberapa pekan ke depan.