Pantauan menunjukkan, gerak indeks di bursa Asia yang masih belum seragam di zona positif namun terlihat masih terlalu kecilnya tekanan jual yang ada.

Mengawali sesi perdagangan saham akhir pekan ini, indeks bursa saham utama Asia terpantau masih bergerak dengan hati-hati menantikan sentimen terkini dari perundingan dagang AS-China. Pantauan menunjukkan, gerak indeks yang masih belum seragam di zona positif namun terlihat masih terlalu kecilnya tekanan jual yang ada.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, gerak indeks di bursa Wall Street dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu ditutup dengan mixed menyusul serangkaian sentimen terkini. Data penjualan rumah AS yang turun dan pernyataan Trump tentang prospek perundingan dagang AS-China menjadi fokus perhatian utama investor.  Gerak indeks Wall Street yang mixed akhirnya merambah di bursa saham Asia yang terlihat masih ragu dalam  menentukan arah gerak indeks.

Hingga tulisan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) masih mencoba menanjak tajam 0,79% untuk menjangkau kisaran 21.455,85, sementara indeks KOSPI (Korea Selatan) terangkat moderat 0,31% untuk berada di posisi 2.162,28 dan indeks ASX 200 (Australia) yang terkikis 0,03% untuk berada di posisi 6.177,9.

Sebjumlah lapoiran terkini sebelumnya menyatakan, pihak pemerintah Beijing  yang menginginkan kesepakatan dagang AS-China diraih terlebih dulu sebelum Presiden China Xi Jinping duduk berasama dengan Presiden AS Donald Trump dalam sebuah pertemuan yang kemungkinan digelar awal April mendatang. Rencana pertemuan Trump dan Xi disebutkan diundur dari sebelumnya pada akhir Maret ini menjadi awal bulan April depan. Pengunduran jadwal tersebut sekaligus memperlihatkan masih alotnya perundingan dagang AS-China yang selama ini diklaim oleh Beijing dan Washington sebagai mengalami kemajuan substantif.

Selain sentimen perundingan dagang AS-China, investor juga masih memberikan porsi perhatiannya pada perkembangan terkini dari proses Brexit yang semakin tidak pasti,  menyusul penolakan parlemen Inggris terhadap proses Brexit tanpa kesepakatan.

Dengan masih ragunya sesi perdagangan saham di bursa Asia, prospek indeks harga saham gabungan (IHSG) di Jakarta diperkirakan masih akan terdera keraguan yang sama. Untuk dicatat, pada sesi perdagangan kemarin, IHSG yang telah mampu memaksakan diri membukukan kenaikan signifikan setelah di sepanjang sesi perdagangan konsisten di zona kenaikan terbatas.  Gerak IHSG dalam rentang terbatas dalam menutup sesi akhir pekan ini, nampaknya akan menjadi pilihan yang paling mungkin.