Sentimen secara keseluruhan sesungguhnya belum memberikan arah pasti hingga pergerakan indeks Wall Street berakhir mixed.

Sesi perdagangan hari keempat di bursa Wall Street diwarnai dengan tekanan jual terbatas setelah sejumlah sentimen terkini menghampar.  Pelaku pasar diwebutkan kembali menyorot perkembangan terkini dari perundingan dagang AS-China, di mana kabar terakhir menyebutkan terulurnya pertemuan presiden AS Donald Trump dengan pemimpin China Xi Jinping.

Laporan  menyatakan, presiden Trump yang menyebut bahwa dalam tiga hingga empat pekan ke depan, AS akan melihat hasil perundingan dagang AS-China yang selama ini telah digelar dalam beberapa putaran. Laporan terkait juga menyatakan, pertemuan antara Trump dan Xi yang akan digelar awal April sementara kabar sebelumnya menyebutkan rencana pertemuan di akhir Maret ini.

Serangkaian kabar terkini dari perundingan dagang AS-China ini kemudian berkombinasi dengan data penjualan rumah di AS yang turun hingg 6,9% untuk bulan Januari lalu. Sentimen secara keseluruhan sesungguhnya belum memberikan arah pasti hingga pergerakan indeks Wall Street berakhir mixed. Tekanan jual ringan terjadi di tengah masih belum ditemukannya sentimen fundamental  untuk melakukan tekanan beli lanjutan. Pergerakan indeks akhirnya ditutup dengan gerak mixed. Indeks DJIA tercatat masih bertahan naik tipis 0,03% untuk terhenti di kisaran 25.709,94, sementara indeks S&P 500 terkikis 0,09% untuk menetap di 2.808,48, dan indeks Nasdaq yang terkoreksi 0,16% untuk terhenti di 7.630,91. Sementara pada sesi sebelumnya di bursa saham Eropa menunjukkan gerak indeks yang berhasil menutup di zona kenaikan moderat dengan investor masih dibayangi sentimen proses Brexit yang semakin tidak pasti.  

Dengan berakahirnya indeks Wall Street di zona mixed, sesi perdagangan saham di Asia akhir pekan ini kembali menemui keraguan. Laporan menyebutkan, investor di Asia yang kemungkinan akan menantikan perkembangan terkini dari perundingan dagang AS-China, di tengah rilis data perekonomian terkini  China yang masih menampakkan kemuraman serius.

Keraguan juga diperkirakan akan merambah bursa efek Jakarta dalammengakhiri sesi perdagangan pekan ini. Terlebih dalam sesi perdagangan kemarin, Indeks harga Saham gabungan (IHSG) tercatat mampu membukukan gerak naik tinggi  menjelang ditutupnya sesi perdagangan.