Utang sebesar Rp 2 triliun itu merupakan utang Garuda Group

Garuda Indonesia menandatangani kesepakatan baru dengan PT Pertamina (Persero) mengenai skema pembayaran utang. Maskapai penerbangan nasional itu diketahui memiliki utang sebesar Rp2 triliun ke Pertamina.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara berharap dengan adanya kelonggaran pembayaran utang ini, perusahaan bisa mengatur keuangan dengan lebih longgar.

"Pertamina kita ada utang sekitar Rp 2 triliun per akhir Desember 2018, itu yang nanti dicicil sampai dengan 18 bulan. Tapi dari Januari 2019 kita sudah lancar," kata Ari di Jakarta.

Utang sebesar Rp 2 triliun itu merupakan utang Garuda Group yang terdiri dari Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia, serta Sriwijaya Group yang terdiri dari Sriwijaya Air dan Nam Air.

Selain itu, Garuda Indonesia juga sepakat dengan Pertamina mengenai penyediaan fuel untuk semua maskapainya yang beroperasi di luar negeri.

"Kita juga dengan Pertamina tunjuk langsung Pertamina untuk semua pengadaan fuel kita di luar negeri. Jadi kalau luar negeri langsung ke Pertamina jadi tidak perlu tender, hemat waktu, kalau ada perbedaan harga nanti langsung diskusikan," pungkas Ari.