investor yang memegang saham Airbus ini sepertinya sedang berpesta ceria merayakan profit di tengah kepedihan yang sedang mendera pabrikan Boeing.

Kecelakaan yang menimpa pesawat Boeing 737 Max 8 yang terjadi beberapa  hari lalu di Ethiopia rupanya telah memberikan dampak teknikal yang menarik bagi saham perusahaan rival berat Boeing. Untik dicatat, laporan sebelumnya menyebutkan, gerak harga saham Boeing yang telah longsor hingga lebih dari 11% dalam sepanjang pekan ini menyusul kecelakaan tragis yang menimpa pesawat kebanggaan Amerika Serikat tersebut.

Kecelakaan tersebut sangat fatal, mengingat terjadi hanya berselang kurang dari lima bulan setelah kecelakaan serupa di Indonesia yang melibatkan pesawat dengan  jenis yang sama yang sebelumnya diklaim sebagai telah menggunakan tekhnologi terkini yang canggih dan penuh kebanggaan. Bahkan, penjualan pesawat Boeing 737 Max sebelumnya dilaporkan telah berhasil berkontribusi sangat besar hingga 60% bagi pendapatan pabrikan Boeing.

Kini, kecalakaan fatal tersebut telah merubah banyak hal. Setelah saham perusahaan Boeing rontok tak tertahankan, hampir seluruh negara kini mengandangkan pesawat Boeing 737 Max demi keamanan transportasi. Imbas berikutnya tentu pada kinerja keuangan Being yang beralih suram, terlebih kini sejumlah  pesanan pesawat tersebut diambang pembatalan.  Dampak lainnya tentu pada kinerja pabrikan pesawat rival beratnya yang berbasis di Eropa, Airbus.

Sentimen pada saham Airbus kini menjadi cerah karena secara otomatis memenangi dengan mudah rivalitas dengan Boeing.  Untuk melihat dampak pada teknikalnya, berikut disajikan grafik harian harga saham Airbus  yang sedang panen besar itu:

Sejak pertengahan Januari lalu, saham Airbus sesungguhnya telah membentuk tren penguatan jangka menengah. Gerak harga kemudian mampu membukukan kenaikan lanjutan dan telah hampir saja membentuk kejenuhan tren beli pada sesi 5 Maret lalu. Harga saham Airbus memang kemudian turun dalam tiga hari sesi perdagangan secara beruntun. Namun indikator garis MA-Signal terlihat masih belum terseret menembus ke bawah batas teknikal psikologoisnya, di mana hal ini menandakan tren beli yang masih berlaku bagi Airbus.

Kecelakaan fatal Boeing terlihat menghentikan tekanan jual pada saham Airbus hingga membuat gerak harga berbalik naik hingga sesi perdagangan kemarin. Kini harga saham Airbus tercatat berada di kisaran €116,8 di mana garis MA-Signal akan segera menjauh kembali dari batas teknikal psikologisnya. Tren beli saham Airbus kini akan berlaku lebih lama lagi, dan investtor yang memegang saham ini sepertinya sedang berpesta ceria merayakan profit di tengah kepedihan yang sedang mendera pabrikan Boeing.

Tren beli saham Airbus, kini terlihat kembali solid dengan kembalinya titik P-Sar ke bawah candle dan di saat bersamaan jarak yang terentang antara titik P-Sar dengan gais MA-Signal terlihat cukup renggang. Gerak candle yang juga masih cukup berjarak dengan garis MA-Signal juga semakin mengukuhkan bahwa saham Airbus masih terus diburu investor.

Baca juga:
HEADLINE: Lagi, Boeing Dituding!