West mengumpulkan dan memproses data dari satelit, menggunakannya untuk membantu menentukan lokasi mereka secara tepat

BERSYUKURLAH, teknologi kini kian memudahkan hidup kita. GPS atau Global Positioning System kini menjadi kebutuhan sehari-hari orang-orang di kota besar. Lewat sistem GPS yang ditanamkan di Google Maps yang terdapat di smartphone kita, misalnya, seseorang bisa dengan mudah dipandu ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. 

Namun, tahukah Anda sebenarnya ada sentuhan seorang perempuan kulit hitam dibalik penemuan GPS? 

Fakta ini memang belum lama terungkap. Sebelumnya, dunia terlanjur mengenal  Bradford Parkirson sebagai Bapak GPS atau Global Positioniong Sistem.  Dua nama lain yang juga sering disebut terkait penemuan GPA adalah Roger Lee Easton dan Ivan A. Getting.

Bradford Parkinson adalah seorang insinyur dan kolonel terbaik Angkatan Udara Amerika Serikat. Pada 1973. Parkinson terlibat proyek navigasi antara Angkatan Udara Amerika dengan Aerospace Corporation. Lima tahun kemudian, diluncurkan prototipe dari sistem GPS diluncurkan. 

Sementara Roger Lee Easton adalah seorang ilmuwan / fisikawan Amerika yang merupakan penemu pokok dan desainer dari Global Positioning System (GPS).

Ada pun Ivan Alexander Getting  adalah seorang fisikawan dan insinyur listrik Amerika, dikreditkan sebagai pengembang Global Positioning yakni mengembangkan temuan sebelumnya. 

Namun, diluar ketiga nama itu sebuah fakta baru terungkap. Ada sosok seorang  perempuan bernama Gladys West yang bekerja jauh sebelumnya. Iadikenal sebagai tokoh rahasia militer Amerika Serikat.

Tahun lalu, BBC memilihnya sebagai salah satu diantara 100 perempuan berpengaruh dan menginspirasi dunia. Tahun yang sama, West juga mendapat penghargaan dari Angkatan Udara Amerika Serikat. Dia mendapatkan induksi di Air Force Space and Missile Pioneers Hall of Fame. Induksi merupakan istilah untuk penghargaan tinggi di Angkatan Udara AS.

West bekerja dengan sekelompok perempuan dalam komputasi militer AS pada 1950-an hingga 1960-an.

Kiprah sekelompok perempuan cerdas ini pernah diangkat dalam film berjudul Hidden Figures. Sayang, sosok West tak tampil dalam film drama ini.

Dilansir dari BBC, West adalah pakar matematika dan bekerja dengan dunia militer sebelum masuknya sistem gelombang elektronik.

West masuk ke penelitian di bidang militer pada 1956. Di tahun itu pula dia meraih penghargaan karena meneliti keteraturan gerak relatif Pluto terhadap Neptunus.

Pada 1960, West mulai menginisiasi pemrograman komputer IBM 7030 yang dinamai Stretch.

Komputer ini disebut mampu memberikan perhitungan geodetik Bumi yang akurat atau disebut geoid. Program inilah yang menjadi cikal bakal GPS.

Gladys West saat sedang bekerja bersama rekannya | BBC

Lahir pada 1930, West tumbuh dari keluarga petani di Virginia. Namun ia menggantungkan cita-cita setinggi langiit. West yang ambisius. Ia tak ingin terus terusan memetik tembakau,  jagung, atau kapas seperti yang dikerjakan orang-orang di sekelilingnya. 

"Saya pikir pada awalnya saya harus pergi ke kota. Saya pikir itu akan membuat saya keluar dari ladang," katanya kepada BBC tahun lalu.

"Tetapi ketika saya menjadi lebih berpendidikan, naik ke kelas yang lebih tinggi, saya belajar bahwa pendidikan adalah hal yang membuat saya keluar."

Di sekolahnya, orang-orang yang berada di puncak kelas ditawari beasiswa ke universitas setempat.

Keluarganya "tidak memiliki banyak uang" dan West tahu ini adalah satu-satunya kesempatan besar baginya.

Dia bekerja keras, lulus pertama di kelas sekolah menengahnya, mengamankan beasiswa itu.

"Ketika tiba waktunya untuk kuliah, saya tidak tahu jurusan apa yang harus saya ambil," katanya.

"Mereka mencoba memberi tahu saya, karena saya bagus dalam semua mata pelajaran saya, bahwa saya harus mengambil jurusan sains atau matematika atau sesuatu yang lebih sulit dimana tak banyak orang memilihnya. 

Dia mengambil matematika. Ketika itu, tak banyak perempuan yang menekuni matematika. Kebanyakan siswanya didominasi laki-laki. 

Setamat sekolah, West sempat mengajar. Namun, belakangan dia bekerja untuk pangkalan Angkatan Laut di Dahlgreen.

West mengumpulkan dan memproses data dari satelit, menggunakannya untuk membantu menentukan lokasi mereka secara tepat. Informasi inilah yang membantu mengembangkan GPS.

Kemudian dia akan bekerja dengan programmer pada fungsi-fungsi yang perlu dilakukan komputer besar.

"Operator akan memanggil kami untuk memberi tahu kami bahwa program kami sedang berjalan sekarang dan kami bisa turun dan menontonnya," katanya.

"Jadi kita akan turun dan menonton komputer besar ini bergolak. Lalu kamu akan mendapatkan beberapa hasil.

Dia terus bekerja sebagai ahli matematika dan kerja kerasnya dihargai ketika dia dinominasikan oleh kepala departemen untuk mendapat penghargaan pada 1979.

Lama hilang dari radar, namanya disebut dalam Black History Month oleh Kapten Godfey Weekes, mantan komandan Angkatan Udara di Dahlgren. Godfey bilang, West memainkan "peran integral" dalam pengembangan GPS.

"Ketika Gladys West memulai karirnya sebagai ahli matematika di Dahlgren pada tahun 1956, dia mungkin tidak tahu bahwa karyanya akan berdampak pada dunia selama beberapa dekade mendatang." []