Gerak turun sejumlah saham unggulan terlihat bersesuaian dengan potensi koreksi teknikal  yang ada.

Sesi perdagangan saham hari kedua pekan ini diwarnai dengan gerak turun tajamnya sejumlah besar saham unggulan di bursa efek Indonesia. Indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya gagal memanfaatkan momentum beralihnya bursa saham Asia ke zona positif untuk setidaknya mengurangi tekanan jual. IHSG akhirnya semakin meleleh hingga sesi perdagangan ditutup.

Sementara pantauan pada sejumlah saham unggulan juga mencerminkan pola gerak IHSG kali ini dengan baik. Pantauan menunjukkan, sejumlah besar saham-saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan berdasar nilai perdagangan  yang runtuh dalam kisaran bervariasi namun cenderung  tajam. Seluruh sektor yang ada  terlihat mengalami koreksi dengan sangat signifikan.

Berikut merupakan saham-saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan dengan gerak turun tajam:

ASII (turun 4,37% untuk berakhir di Rp.7.650)       

BBCA (turun 0,63% untuk berakhir di Rp.27.300)       

TLKM (turun 2,79% untuk berakhir di Rp.3.820)       

BBRI (turun 0,51% untuk berakhir di Rp.3.850)       

BMRI (turun 2,62% untuk berakhir di Rp.7.425)       

PGAS (turun 3,98% untuk berakhir di Rp. 2.410)       

ANTM (turun 2,04% untuk berakhir di Rp. 960)       

UNTR (turun 2,16% untuk berakhir di Rp.24.825)       

WSKT (turun 1,79% untuk berakhir di Rp.1.910)       

PTPP (turun 4,01% untuk berakhir di Rp.2.150)       

BBTN (turun 1,88% untuk berakhir di Rp.2.600)       

BBNI (turun 1,65% untuk berakhir di Rp.8.900)       

ISAT (turun 7,38% untuk berakhir di Rp.3.260)       

BNLI (turun 4,48% untuk berakhir di Rp.1.065)       

WIKA (turun 4,1% untuk berakhir di Rp. 1.750)

Sementara saham unggulan yang berhasil bertahan di zona positif kali hanya menyisakan:

SRIL (naik 1,78% untuk berakhir di Rp. 342)

ADRO (naik 1,19% untuk berakhir di Rp. 1.275)

HMSP (naik  1,62% untuk berakhir di Rp. 3.760)

UNVR  (naik  0,46% untuk berakhir di Rp. 49.100).

Secara keseluruhan, gerak turun terlihat cukup dominan seiring dengan tekanan jual yang masih kukuh.  Gerak turun sejumlah saham unggulan terlihat bersesuaian dengan potensi koreksi teknikal  yang ada. Untuk dicatat, sejumlah saham unggulan yang sebelumnya telah dengan kukuh melakukan gerak menguat secara konsisten di beberapa hari sesi perdagangan pekan lalu.