Pada IHSG, sentimen yang semakin optimis di bursa Asia terlihat tidak mampu menahan penurunan.

Sesi perdagangan hari kedua pekan ini akhirnya menghasilkan gerak yang tidak diduga sebelumnya. Setelah nilai tukar Rupiah berhasil mengikis pelemahan di sesi perdagangan pagi di tengah kukuhnya penguatan indeks Dolar AS, Indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa saham Jakarta justru solid menapak zona  koreksi hingga sesi perdagangan sore berakhir.

Sementara laporan dari pasar Asia menunjukkan, gerak indeks yang seragam di zona positif dengan rentang kenaikan bervariasi. Sentimen yang menghampar kali ini datang dari harapan bahwa perundingan dagang AS-China untuk menuai hasil menyusul kabar bahwa penasehat Presiden AS Donald Trump yang telah secara informal mendiskusikan pertemuan Trump dengan pemimpin China Xi Jinping. Kabar lebih lanjut menyatakan, pertemuan tersebut akan digelar di Florida pada pertengahan bulan depan.

Sentimen lain yang juga menjadi harapan investor adalah terhindarnya penutupan layanan pemerintah di AS menyusul  kesepakatan dari partai Demokrat dan Republik. Investor akhirnya mengambil sikap optimis dengan melakukan tekanan beli secara masif. Terlebih di bursa saham Jepang, investor semakin tersulut akibat libur bursa di sesi sebelumnya.  Hingga berakhirnya sesi perdagangan, indeks Nikkei (Jepang) menanjak tajam 2,61% untuk terhenti di posisi 21.864,21, indeks komposit Shanghai (China) menguat signifikan 0,68% untuk berakhir di 2.671,89, indeks Hang Seng (Hong Kong) menguat tipis 0,1% untuk menapak kisaran 28.171,33, serta indeks ASX 200 (Australia) yang menguat moderat 0,3% untuk berakhir di 6.079,1. Sedangkan indeks KOSPI naik moderat 0,45% untuk berakhir di posisi 2.190,47.

Khusus pada bursa saham China dan Hong Kong, gerak indeks terpantau sempat menginjak zona merah namun kemudian secara perlahan mampu beralih ke zona positif.  Sedangkan pada IHSG, sentimen yang semakin optimis di bursa Asia terlihat tidak mampu menahan penurunan. IHSG akhirnya ditutup dengan menurun curam 1,05% untuk berakhir di posisi 6.426,33. Untuk dicatat, gerak IHSG yang pada sesi perdagangan pagi telah ditutup dengan kisaran penurunan yang sama runtuh 1,05%.   

Beralih pada pasar valuta, gerak Rupiah yang juga secara mengejutkan mampu mengikis pelemahan yang telah dibukukan sebelumnya. Hingga berakhirnya sesi perdagangan, Rupiah tercatat ditransaksikan di kisaran Rp. 14.050 per Dolar AS atau melemah moderat 0,11% dibanding penutupan sesi perdagangan hari sebelumnya.