Pelaku pasar di Asia terlihat masih berupaya untuk bertahan dengan sikap optimis di tengah mulai menderanya kekhawatiran.

Secara mengejutkan sesi perdagangan pagi hari kedua pekan ini di Jakarta diwarnai gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) yang runtuh hingga melebihi 1%. Gerak turun IHSG kali ini terbilang sangat mengejutkan di tengah sentimen di bursa regional yang justru mampu beralih ke zona positif.  Pasar Asia disebutkan masih menantikan kabar terkini dari perundingan dagang AS-China serta kabar baik dari Washington, di mana partai Demokrat dan Republik telah sepakat untuk menghindari tertutupnya kembali layanan pemerintah.  Pelaku pasar di Asia terlihat masih berupaya untuk bertahan dengan sikap optimis di tengah mulai menderanya kekhawatiran.

Serangkaian sentimen menjurus positif tersebut akhirnya mampu menghantarkan indeks beralih di zona penguatan dalam rentang yang bervariasi dengan dipimpin oleh bursa saham Jepang.  Hingga sesi perdagangan pagi di Jakarta berakhir, indeks Nikkei (Jepang) melompat fantastis 2,54% untuk berada di kisaran 20.849,74, indeks komposit Shanghai (China) naik tajam 0,72% untuk menjangkau kisaran 2.673,13, indeks Hang Seng (Hong Kong) menguat tipis 0,16% untuk berada di posisi 28.188,14, serta indeks ASX 200 (Australia) yang menguat moderat 0,3% untuk menjangkau posisi 6.079,2. Sedangkan  indeks KOSPI (Korea Selatan) terpantau menguat signifikan 0,52% untuk berada di kisaran 2.192,09.

Pada bursa efek Indonesia, gerak turun IHSG terlihat lebih mencerminkan potensi koreksi teknikalnya usai mampu membukukan gerak naik signifikan dalam beberapa pekan terakhir. IHSG juga terlihat telah lama terjebak dalam rentang gerak terbatas di beberapa pekan terakhir. Sementara dalam beberapa waktu terakhir sentimen global dan domestik masih positif, IHSG akhirnya masih menyimpan akumulasi potensi koreksi teknikalnya. IHSG akhirnya menutup sesi perdagangan pagi ini dengan melemah tajam 1,05% untuk terhenti di kisaran 6.426,67.

Pada sesi perdagangan kali ini, sesungguhnya gerak IHSG masih belum menemukan momentum yang tepat untuk merealisasikan potensi koreksi teknikalnya.  Hanya saja, aksi profit taking yang mungkin telah mulai mendera usai sejumlah saham unggulan melakukan gerak naik tajam dalam beberapa waktu terakhir. Untuk dicatat, sejumlah saham unggulan yang mengalami koreksi cukup dalam pada sesi pagi ini, di antaranya:

AALI

ISAT

ASII

SMGR

UNTR

KINO

BMRI

BBCA

PTBA

BBNI

INCO

TLKM