Kemampuan indeks bursa saham China dan Hong Kong untuk beralih ke zona penguatan sepertinya masih belum mampu diikuti oleh IHSG di Jakarta.

Pertengahan sesi perdagangan pagi ini di bursa efek Indonesia menunjukkan gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kukuh bertahan di zona negatif di tengah beralihnya indeks bursa Asia ke zona positif. Setelah mengawali sesi perdagangan pagi tadi dengan gerak mixed, seluruh indeks di bursa saham utama Asia terpantau mampu beralih positif. Laporan menyebutkan, investor yang berupaya menyambut kabar terkini dari Washington di mana kesepakatan antara partai Demokrat dan Republik untuk menghindarkan terulangnya penutupan sebagian layanan pemerintah.

Sementara seblumnya juga dikabarkan, penasehat Presiden As Donald Trump yang mengadakan pembicaraan informal untuk menggelar pertemuan Trump dengan pemimpin China Xi Jinping di Florida pada pertengahan bulan depan. Dua sentimen terkini tersebut nampaknya dijadikan dalih bagi investor di Asia untuk berbali melakukan tekanan beli terbatas.

Gerk indeks akhirnya terseret kembali ke zona positif dengan dipimpin leh indeks Nikkei Jepang yang melompat hingga  lebih dari 2%. Hingga ulasan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) tercatat melompat tajam 2,03% untuk menjangkau kisaran 20.745,28, sementara indeks komposit Shanghai (China) melambung  0,7% untuk brada di kisaran 2.672,6, serta indeks Hang Seng (Hong Kong) yang menguat moderat 0,2% untuk berada di posisi 28.201,39. Sedangkan indeks ASX 200 (Australia) tercatat naik moderat 0,38% untuk menjangkau posisi 6.083,8 dan indeks KOSPI (Korea Selatan) yang menguat terbatas 0,37% untuk meraih kisaran 2.188,83.

Khusus pada bursa saham China dan Hongkong, pantauan di sesi perdagangan pagi tadi yang sempat terjebak di zona pelemahan terbatas. Kemampuan indeks bursa saham China dan Hong Kong untuk beralih ke zona penguatan sepertinya masih belum mampu diikuti oleh IHSG di Jakarta.  Pantauan terkini menunjukkan, IHSG yang masih terdampar di zona pelemahan moderat dengan menurun 0,35% untuk berada di kisaran 6.471,82.

Sedangkan laporan dari pasar valuta menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang Rupiah yang masih klonsisten di zona pelemahan namun sudah mulai mengikis pelemahannya dengan taraf terbatas. Hingga kini, Rupiah tercatat ditransaksikan di kisaran RP. 14.085 per Dolar AS atau melemah 0,36% dibanding posisi penutupan di sesi perdagangan kemarin.