dari tinjauan teknikal sebelumnya menunjukkan, tren penguatan harga minyak yang kini telah berakhir dan memasuki fase konsolidasi.

Gerak harga minyak di dua hari sesi perdagangan terakhir terlihat masih cenderung untuk mengalami tekanan jual di tengah kabar positif menyangkut pemangkasan produksi oleh anggota OPEC. Sebelumnya juga diwartakan, sejumlah negara produsen minyak terbwesar dunia non-OPEC yang telah menjalin kerjasama melakukan pemangkasan produksi guna mengangkat harga minyak dari keterpurukan yang panjang.

Namun setelah kesepakatan pemangkasan produksi terlaksana, gerak harga minyak justru masih belum mampu beranjak hingga kisaran yang diharapkan. Pantauan terkini menunjukkan, harga minyak untuk jenis WTI yang masih berkutata di kisaran $ 52-an per barel, setelah sembpat mencetak titik tertingginya di kisaran $ 55-an per barel.

Pelaku pasar menilai, sentimen terkini dari perundingan dagang AS-China yang diyakini berpeluang gagal meraih kesepakatan akan  semakin mengancam kinerja pertumbuhan ekonomi global yang sebelumnya telah diproyeksikan melambat. Dengan melambatnya perekonomian global, dan terlebih terganggu oleh perang dagang AS-China, permintaan minyak dunia akan tergerus  hingga situasi pasok  terancam berlebihan untuk menyuramkan harga.

Kebijakan pemangkasan produksi akhirnya menjadi opsi yang paling strategis dalam beberapa bulan terakhir. OPEC juga dilaporkan telah menjalin kerjasama dengan sejumlah negara produsen minyak terbesar dunia non-OPEC, terutama Rusia guna memangkas pasok minyak dunia dalam kisaran yang lebih signifikan. Langkah itu telah menuai hasil dengan mendapatkan dukungan Moskow.

Namun keberhasilan tersebut kini terancam sia-sia dengan hadirnya  sentimen buruk dari peluang gagalnya perundingan dagang AS-China. Di tengah kinerja perekonomian yang kian melambat, gagalnya perundingan dagang AS-China akan menjadi pukulan tambahan bagi permintaan minyak dunia.

Hingga tulisan ini disunting, posisi harga minyak terpantau stabil  di atas kisaran $ 52-an per barel. Gerak harga minyak juga sempat menyentuh kisaran $ 51,3 per barel, namun kemudian dengan cepat berbalik ke atas kisaran $ 52-an per barel.  Sedangkan dari tinjauan teknikal sebelumnya menunjukkan, tren penguatan harga minyak yang kini telah berakhir dan memasuki fase konsolidasi.

Masuknya fase konsolidasi membuat harga minyak akan kesulitan untuk melakukan gerak naik atau pun turun dengan tajam. Untuk melakukan Gerak harga yang  tajam, harga minyak  kini mengharuskan tersedianya sentimen  yang  ekstrim.