Sentimen dari menguatnya indeks Dolar AS masih menjadi faktor penggerak utama di pasar valuta, disamping sejumlah sentimen lain terkait dengan perundingan dagang AS-China.

Sesi perdagangan saham pagi ini akhirnya telah dibuka dengan gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) yang konsisten bergerak di rentang  terbatas. Gerak IHSG terpantau sempat menginjak zona pelemahan dan penguatan secara bergantian  dalam rentang terbatas. Sementara pantauan di pasar Asia menunjukkan, gerak indeks yang masih konsisten di zona penguatan. Namun khusus pada bursa saham China dan Hong Kong, gerak indeks terkikis moderat.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, pelaku pasar di Asia yang terlihat berupaya mencari arahan sentimen baru dari hasil perundingan dagang AS-China, di mana kabar terkini sebelumnya menyebutkan, penasehat Presiden Trump   yang telah mendiskusikan secara informal untuk menghelat pertemuan antara Trump dan pimpinan China Xi Jinping di Florida.

Kabar tersebut tentu saja mendapatkan tanggapan positif di tengah minimnya kabar terkini menyangkut perundingan dagang AS-China. Namun gerak menurun indeks di bursa saham China dan Hong Kong nampaknya lebih mencerminkan akibat faktor internal, di mana pada sesi perdagangan kemarin, indeks komposit Shanghai yang telah melakukan gerak naik tajam, di tengah tekanan jual yang mendera bursa Asia.

Hingga tulisan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) kukuh melonjak tinggi 1,87% untuk merengkuh kisaran 20.712,6, sementara indeks ASX 200 (Australia) menguat  0,26% untuk berada di posisi 6.076,3, dan indeks KOSPI (Korea Selatan) yang naik tipis 0,18% untuk berada di posisi 2.184,61. Sedangkan indeks Hang Seng (Hong Kong)  tercatat melemah moderat 0,25% untuk berada di kisaran 28.073,78.  

Pada bursa saham Jakarta, IHSG kini terpantau berada di kisaran 6.495,09 atau bergerak flat dengan naik 0,00% dibanding sesi perdagangan kemarin.

Beralih ke pasar valuta, gerak nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar AS terpantau masih konsisten  di zona pelemahan hingga kini.  Rupiah tercatat ditransaksikan di kisaran Rp. 14.090 per Dolar AS atau melemah 0,39% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan hari sebelumnya.  Sementara sejumlah mata uang Asia lainnya terpantau mampu bergerak menguat, seperti: Baht Thailand, Peso Filipina, Dolar Singapura, serta Dolar Hong Kong.

Sentimen dari menguatnya indeks Dolar AS masih menjadi faktor penggerak utama di pasar valuta, disamping sejumlah sentimen lain terkait dengan perundingan dagang AS-China.