Fase konsolidasi akan lebih memberikan peluang gerak balik yang kuat ketika harga bergerak terlalu tajam namun tidak ada fundamen teknikal yang diperlukan seperti situasi saat ini.

Setelah menikmati tren penguatan jangka menengah sejak sesi perdagangan 9 Januari lalu, gerak harga saham PT Waskita Karya terlihat mulai mengendur dengan tidak lagi mampu membentuk harga tertinggi barunya. Tren penguatan yang terbentuk ternyata hanya berusia tiga pekan untuk akhirnya memasuki fase konsolidasi.

Fase konsolidasi terjadi pada sesi perdagangan akhir Januari lalu berkat gerak trurun curam dalam hampir dua pekan sesi perdagangan. Saham yang diperdagangkan dengan kode WSKT ini kemudian terjebak dalam gerak tanpa tren  hingga kini.  Titik tertinggi yang dicapai beberapa pekan lalu ada di kisaran Rp. 2.140 yang tercetak pada 17 Januari dan kemudian tidak tersentuh lagi hingga sekarang.

WSKT bahkan melakukan gerak turun kembali pada sesi perdagangan kemarin dan kini menjadi semakin dekat untuk menyeret garis MA-Signal menembus batas teknikal psikologisnya. Untuk mendapatkan gambaran ringkas tinjauan teknikalnya, berikut disajikan grafik harian WSKT:

Gerak turun WSKT sebenarnya sempat mengakibatkan terbentuknya tren pelemahan jangka menengah  pada sesi perdagangan 4 Februari lalu. Namun sayangnya, usai membentuk tren pelemahan gerak harga WSKT justru beralih ke atas garis MA-Signal secara konsisten daklam beberapa hari sesi perdagangan. Akibatnya, garis MA-Signal kembali terseret ke atas hingga menembus batas teknikal psikologisnya untuk sekaligus langsung dengan cepat membatalkan tren pelemahan yang telah terbentuk.

Pola gerak demikian mengakibatkan tren pelemahan yang terbentuk hanya dilihat sebagai gangguan dari fase konsolidasi yang sedang berlangsung.  Namun dengan gerak turun tajam yang kembali terjadi pada sesi perdagangan kemarin, indikator garis MA-Signal kini kembali lebih dekat dengan batas teknikal psikologisnya.

Tren pelemahan kembali rawan untuk terbentuk kembali, meski masih belum bisa dipastikan seberapa solidnya tren tersebut. Pelaku pasar sepertinya perlu mencermati dengan lebih seksama dengan pola gerak seperti ini. Di tengah minimnya sentimen fundamental yang tersedia, sementara sentimen dari pasar global sedang tercekap dalam keraguan, gerak turun bisa saja berlanjut dalam rentang yang mengejutkan.

Untuk itu,  anjuran terbaik dalam menghadapi pola gerak saham WSKT, adalah menantikan gerak ekstrim di mana terjadi bila jarak antara titik P-Sar dengan harga terendah atau tertingginya mencapai minimal 4 kali range optimum. Adapun besaran range optimum untuk saat ini berada di kisaran 80. Fase konsolidasi akan lebih memberikan peluang gerak balik yang kuat ketika harga bergerak terlalu tajam namun tidak ada fundamen teknikal yang diperlukan seperti situasi saat ini.

Terlebih pada saham  WSKT, yang hingga kini termasuk salah satu saham favorit investor dengan reputasi kinerja yang relatif memadai. Gerak turun berlebihan tanpa alasan fundamen dan teknikal yang jelas, tentu akan segera mendapatkan perlawanan balik yang setara.