gerak turun hingga 17,3% dari titik tertingginya, bukanlah jaminan bahwa harga terendah telah tercapai, terutama bila terjadi menjelang atau saat tren pelemahan terbentuk.

Usai mampu membentuk tren penguatan jangka menengah pada sesi perdagangan 23 Januari lalu, saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk terlkihat tak kuat untuk menanjak lebih signifikan lagi di sesi perdagangan berikutnya. Saham dari salah satu perusahan terbesar  pabrikan semen di Indonesia yang diperdgangkan dengan kode INTP itu hanya mampu mencetak titik tertingginya di kisaran Rp. 20.200 per lembarnya usai membentuk tren penguatan.

Gerak harga saham INTP kemudian cenderung melemah perlahan hingga sesi perdagangan awal pekan kemarin. Bahka pada sesi perdagangan akhir pekan lalu, INTP tercatat telah mengakhiri tren penguatan jangka menengah untuk memasuki fase konsolidasi. Gerak harga saham INTP dengan demikian terlihat berupaya mencapai ekuilibrium baru, namun sejumlah indikator teknikal masih mungkin memberikan petunjuk yang berbeda.

INTP, sejauh ini menjadi salah satu saham yang difavoritkan oleh investor di Jakarta mengingat reputasi serta kinerja keuangan yang cemerlang. Gerak turun hingga 17,3% dari titik tertingginya dalam beberapa hari sesi perdagangan terakhir tentu memantik rasa penasaran investor untuk memasukinya. Di tengah minimnya sentimen dari perubahan kinerja fundamental, gerak turun kali ini akhirnya memunculkan beragam prasangka yang belum tentu tingkat kebenarannya. Untuk itu ulasan berikut sekedar memberikan tinjauan dari sudut teknikal, di luar sentimen fundamental yang mungkin ada namun belum terpublikasi.

Grafik harian (D1) berikut akan menjadi gambaran awal tinjauan teknikal bagi saham INTP:

Akibat dari gerak turun secara konsisten dalam lebih dari sepekan sesi perdagangan, indikator garis MA-Signal akhirnya terseret menembus batas teknikal psikologisnya pada sesi perdagangan akhir pekan lalu. Hal ini membuat tren penguatan yang telah terbentuk sekitar dua pekan sebelumnya menjadi termentahkan dengan sendirinya. Sudah barang tentu, secara sekilas, penuruna  17,3% dari titik tertinggi akan menjadi meenarik untuk melakukan aksi akumulasi.

Namun pada indikator di atas, potensi garis MA-Signal untuk terus menembus batas teknikal psikologis barunya kini semakin dekat untuk sekaligus membentuk tren pelemahan jangka menengah. Perhitungan kasar menunjukkan, jarak antara garis MA-Signal dengan batas teknikal psikologisnya yang  kini hanya sebesar  307. Sementara besaran range optimum yang kini mencapai kisran 600, menunjukkan bahwa jarak tersebut sangatlah rentan untuk ditembus, terlebih bila pada sesi perdagangan hari ini dan besok, INTP mampu bertahan  di bawah kisaran Rp. 18.700-an.

Tren pelemahan jangka menengah yang terbentuk, akan dengan sendirinya sebagai sinyal muram yang berlanjut. Hal ini masih akan ditambah lagi dengan  sentimen di pasar global yang masih dominan diwarnai dengan keraguan. Namun demikian, peluang untuk bertahan di fase konsolidasi juga masih terbuka, terutama bila pada sesi perdagangan hari ini dan besok mampu berbalik menguat signifikan.

Hal ini menunjukkan, dalam dua hari sesi perdagangan ke depan, INTP berada dalam masa penentuan untuk membatalkan tren pelemahan yang akan terbentuk atau tetap bertahan di fase konsolidasi. Investor dengan demikian dianjurkan untuk lebih bersabar dengan menunggu perkembangan harga dalam dua hari sesi perdagangan ke depan mulai hari ini.

Terbentuknya tren pelemahan, memang masih mungkin saja untuk langsung dengan cepat terbatalkan, namun harapan seperti itu cenderung sebagai harapan spekulatif yang berisiko besar. Sementara gerak turun hingga 17,3% dari titik tertingginya, bukanlah jaminan bahwa harga terendah telah tercapai, terutama bila terjadi menjelang atau saat tren pelemahan terbentuk.