Pelaku pasar di bursa Wall Street terlihat mengambil sikap yang  sama dengan bursa Asia di sesi sebelumnya.

Sesi perdagangan saham awal pekan ini di bursa Wall Street berakhir dengan gerak mixed dengan indeks DJIA terkikis moderat. Pelaku pasar masih menantikan perkembangan terkini dari hasil perundingan dagang AS-China, di mana minggu ini Menteri Keuangan AS beserta sejumlah pejabat tinggi menuju Beijing guna menempuh kesepakatan komprehensif.

Namun  hingga dinihari tadi, tidak ada perkembangan signifikan dari perundingan dagang AS-China hingga menghantarkan sikap ragu investor di Wall Street yang sebelumnya juga mendera bursa Asia. Gerak indeks Wall Street akhirnya terhenti dengan rentang terbatas dan belum menemukan arah pasti hingga sesi perdagangan ditutup. Pada sesi perdagangan yang berakhir Selasa dinihari Waktu Indonesia Barat itu, indeks DJIA terkikis moderat 0,25% untuk terhenti di kisaran 25.106,33, sedangkan indeks S&P 500 terangkat sangat tipis 0,07% untuk menetap di posisi 2.709,8, serta indeks Nasdaq yang menguat 0,13% untuk ditutup di posisi 7.307,9.

Pelaku pasar di bursa Wall Street terlihat mengambil sikap yang  sama dengan bursa Asia di sesi sebelumnya, di mana sentimen yang kini paling dinantikan perkembangannya terkait dengan perundingan dagang AS-China. Laporan terkini hanya menyebutkan bahwa kedatangan menteri keuangan AS  Steven Mnuchin ke China akan berfokus untuk menyelesaikan perbedaan menyangkut hak kekayaan intelektual.

Dalam kesempatan terpisah, salah satu perwakilan AS Robert Lighthizer menyatakan bahwa AS merupakan produsen terbesar untuk sejumlah hak intelektual, rahasia dagang, serta temuan teknologi.  Kesepakatan dengan China menyangkut hak tersebut adalah penting dalam perundingan dagang.  Namun demikian belum terdapat tanggap dari Beijing terkait dengan tuntutan AS untuk mendapatkan praktek dagang yang adil antara dua negara dengan perekonomian terbesar dunia itu.

Sejumlah pihak kini sedang sangat menantikan sikap Beijing dalam perundingan dagang kali ini, mengingat China yang kini sedang dalam tekanan besar untuk kembali membangkitkan perekonomiannya yang melambat.  Tercapainya kesepakatan dagang dengan AS, akan membantu untuk meredakan tekanan perlambatan ekonomi China, sekalipun masih terlalu sulit untuk mengatasi perlambatan secara keseluruhan dengan hanya mengandalkan tercapainya kesepakatan dagang dengan AS.