Ia mengatakan, peredaran dan pencetakan uang palsu merupakan salah satu extra ordinary crime atau kejahatan yang menjadi prioritas.

KAPOLDA Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono, mengimbau masyarakat mewaspadai peredaran uang palsu.  

"Masyarakat harus lebih teliti cek uang yang diterima dengan dilihat, diraba dan diterawang," kata Didi, di Mapolda Kalbar, Senin (11/2).

Pernyataan Didi berkaitan dengan penggerebekan rumah tempat pembuatan uang palsu, di Jalan 28 Oktober, Pontianak, Jumat (8/2) lalu.  

Ia mengatakan, peredaran dan pencetakan uang palsu merupakan salah satu extra ordinary crime atau kejahatan yang menjadi prioritas. "Sebab, peredaran uang palsu dapat mengganggu perekonomian suatu daerah," katanya.

Sebelumnya, Polres Mempawah bersama Polsek Anjongan, menggerebek rumah tempat membuat uang palsu di Jalan 28 Oktober, Pontianak. Dalam operasi tersebut, empat orang ditangkap. 

Empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka masing-masing berinisi SUN, SAR, HUD dan SM. 

"Uang palsu yang dicetak berjumlah ratusan rupiah dan telah diedarkan ke sejumlah pasar tradisional," kata Kapolsek Anjongan, Iptu Amril, belum lama ini. 

Amril menjelaskan, para pelaku ini belajar membuat uang palsu secara otodidak, yaitu belajar dari video YouTube serta membaca artikel-artikel di Google. 

Selain itu, diduga pelaku berencana bakal mencetak uang lebih banyak untuk dijual kepada Caleg, dengan nilai 1 juta uang palsu dijual dengan harga Rp200 ribu uang asli. 

"Dalam pemeriksaan, terungkap tersangka SUN merupakan seorang residivis dan aktor intelektual dari kejahatan peredaran uang palsu tersebut," katanya.[]