mata uang Asia hanya menyisakan Peso Filipina dan Baht Thailand di zona penguatan.

Sesi perdagangan awal pekan ini di pasar valuta di Asia akhirnya diwarnai dengan Rupiah yang memimpin pelemahan mata uang Asia. Pantauan menunjukkan, gerak nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang konsisten dalam menapak jalur pelemahan di sepanjang sesi perdagangan. Titik terlemah tercetak di kisaran Rp. 14.045 per Dolar AS, sementara titik terkuatnya di kisaran Rp. 13.960.

Pelemahan nilai tukar Rupiah kali ini setidaknya dilatari oleh dua faktor utama, pertama  datang dari tinjauan teknikalnya, di mana dalam beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya telah terlanjur mambukukan gerak menguat tajam dan konsisten. Gerak balik melemah Rupiah sebagaimana terjadi dalam sesi hari ini merupakan sebuah kewajaran secara teknikal.

Faktor berikutnya yang melatari melemahnya Rupiah adalah penguatan indeks Dolar AS yang masih konsisten hingga kini. Pantauan menunjukkan, posisi indeks Dolar AS yang  semakin kukuh untuk meninggalkan level 96. Posisi terkini telah mencapai 96,73, di mana hal ini akan menjadi tekanan tambahan bagi Rupiah yang sebelumnya telah terlalu besar membukukan penguatan.  Koreksi teknikal Rupiah  dengan demikian mendapatkan momentum.

Sementara sentimen yang melatari pergerakan di oasar valuta Asia kali ini terlihat masih sama dengan yang terjadi di pasar saham. Pelaku pasar, secara dominan masih sangat menantikan perkembangan terkini dari hasil perundingan dagang AS-China. Namun hingga tulisan ini dimuat, belum tersedia sedikitpun  informasi terkini yang diinginkan investor.

">

Pergerakan nilai tukar mata uang Asia akhirnya lebih cenderung mengikuti sentimen internal masing-masing, namun secara keseluruhan menunjukkan kecenderungan untuk melemah. Pantauan juga  menunjukkan, mata uang Asia yang hanya menyisakan Peso Filipina dan Baht Thailand di zona penguatan. Selebihnya terperosok dalam  zona pelemahan dengan dipimpin oleh Rupiah.

Hingga menjelang sesi perdagangan berakhir, Rupiah tercatat ditransaksikan di kisaran Rp. 14.035 per Dolar AS, di mana posisi itu mencerminkan pelemahan sebesar 0,61% dibanding posisi penutupan hari sebelumnya. Meski demikian, tinjauan teknikal sebagaimana dimuat dalam ulasan sebelumnya menunjukkan bahwa Rupiah masih berada di dalam tren penguatan yang solid. Baik gerak melemah maupun menguat mata uang Asia hari ini, terlihat masih terjebak dalam rentang gerak terbatas.