Secara sekilas, titik resisten kini berada di kisaran 110-an, sementara titik support berada di kisaran 108,60-an.

Usai mengalami gerak Flash Crash pada sesi perdagangan awal tahun ini, gerak nilai tukar mata uang Yen Jepang terhadap Dolar AS berupaya  berbalik melemah. Bahkan nilai tukar Yen terhadap Dolar AS yang disimbolkan USDJPY terlihat sempat membentuk tren pelemahan jangka menengah pada sesi 25 Januari lalu.

Sekalipun gerak melemah usai terbentuknya tren pelemahan itu tidak terlihat signifikan, setidaknya gerak nilai tukar Yen mulai aman dari ancaman penguatan yang menakutkan bagi otoritas moneter Jepang. Namun dalam sesi perdagangan tiga pekan terakhir. Selain gerak melemah Yen telah mulai terbatas, gerak penguatan juga terlihat mereda. Hingga USDJPY terlihat menjalani fase konsolidasi bila dilihat dalam grafik dengan time frame H4.

Untuk keperluan  analisis saat ini, grafik harian akan dipakai guna melihat secara lebih jelas kekuatan atau pun solidnya tren yang sedang terjadi.

Terlihat jelas, gerak harga cenderung mental ke bawah ketika menyentuh kisaran 110-an ke atas. Akibat dari gerak demikian yang berjalan konsisten dalam tiga pekan terakhir, indikator garis  MA-Signal terseret semakin dekat dengan  batas teknikal psikologisnya. Tren penguatan USDJPY (yang berarti pelemahan bagi nilai tukar Yen) akhirnya semakin rapuh dan kini telah beralih ke fase konsolidasi.  Secara sekilas, titik resisten kini berada di kisaran 110-an, semenatar support berada di kisaran 108,60-an.

Pada grafik di atas juga terlihat, berulangkali USDJPY berupaya menembus level psikologisnya di kisaran 110-an namun dengan cepat kemudian berbalik menurun. Pelaku pasar untuk sementara ini terlihat masih membutuhkan arahan sentimen baru untuk menentukan arah gerak USDJPY.

Sedangkan  pada sisi lainnya, titik teknikal yang perlu diperhatikan adalah kisaran 109,44, di mana bila  USDJPY mampu bergerak konsisten di bawah kisaran tersebut dalam enam hari sesi perdagangan,  maka tren pelemahan USDJPY akan terbentuk yang sekaligus akan menjadi dimulainya keresahan dan kerja keras otoritas moneter Jepang.

Bagi investor, pola pergerakan USDJPY dalam tiga pekan terakhir justru merupakan peluang manis jangka pendek. Dengan mengambil open short position ketika berada di sekitaran 110-an, untuk melakukan closing position ketika mental ke bawah kemudian.