Gerak turun yang tidak terlalu tajam di sesi hari ini sesungguhnya hanya bagian dari fase konsolidasi jangka sangat pendek dari PTPP.

Seiring dengan gerak indeks harga saham gabungan yang menghadapi kesulitan untuk menembus level spikologisnya di 6.600-an, gerak saham PT Pembangunan Perumahan Tbk, justru terlihat lebih sulit lagi untuk sekedar bertahan di level tingginya yang dicapai pertengahan Januari lalu di Rp. 2.450 per lembarnya.

Sejak  pertengahan Januari lalu, saham yang diperdagangkan dengan kode PTPP itu, cenderung menurun secara konsisten namun belum mampu membentuk tren pelemahan jangka menengah. Sebagaimana terlihat dalam grafik harian terkini di atas, gerak harga saham PTPP sesungguhnya berada di fase konsolidasi sejak akhir Januari lalu hingga kini. Namun fase konsolidasi tersebut kini rentan bila  gerak turun berlanjut hingga konsisten berada di bawah batas teknikal psikologisnya yang kini di kisaran Rp. 2.250 per lembarnya.

Posisi terkini dari indikator garis MA-Signal adalah di Rp. 2.285 yang terlihat tidak terlalu terpaut dengan batas teknikal psikologisnya. Selisih tersebut terlalu rentan dan terlalu mudah bila serangkaian sentimen terkini semakin menuju pesimisme pasar.  Bila harga saham  PTPP  mampu bergerak konsisten di bawah Rp. 2.250 dalam enam hari sesi perdagangan, maka tren pelemahan telah terbentuk dan sekaligus mengakhiri fase konsolidasi. Untuk dicatat, pada sesi perdagangan pagi awal pekan ini, harga saham PTPP ditutup di Rp. 2.260 per lembarnya. Selisih yang sangat rentan secara teknikal.

Terbentuknya tren pelemahan akan membawa konsekuensi gerak turun yang akan berlanjut dalam jangka menengah. Sementara pada gerak turun yang terjadi pada sesi hari ini, semakin membuat indikator garis MA-Signal mendekati batas teknikal psikologisnya. Peluang terbentuknya tren pelemahan juga semakin terbuka, mengingat pada sesi perdagangan akhir Januari lalu, PTPP sempat terjungkal hingga titik terendahnya di Rp. 2.130 per lembarnya.

Catatan menunjukkan, saham PTPP yang mengalami gerak turun tajam dalam dua pekan terakhir Januari lalu dan kemudian berupaya melakukan rebound hingga awal Februari. Gerak harga kemudian mulai terkonsolidasi hingga sesi perdagangan hari ini.  Gerak turun yang tidak terlalu tajam di sesi hari ini sesungguhnya hanya bagian dari fase konsolidasi jangka sangat pendek dari PTPP.

Secara keseluruhan, gerak rebound yang terjadi masih jauh  dari memadai untuk menghentikan kecenderungan membentuk tren pelemahan. Pola gerak harga seperti ini mengindikasikan tekanan beli yang mulai tak mampu untuk sekedar bertahan di tengah terpaan tekanan jual.  

Kesimpulannya kini menjadi jelas, investor mestinya bersiap untuk melakukan aksi jual, terlebih bagi yang telah mendapatkan profit.  Hanya saja bila terjadi secara mendadak gerak harga melompat tajam, barangkali akan membuat kecewa. Tetapi sesungguhnya bila terkadi, gerak naik tersebut merupakan kesempatan yang sangat dinantikan dalam memaksimalkan keuntungan.