Para penyintas dan warga saat ini mengungsi di SD GMIST, yang merupakan daerah paling aman dari ancaman aliran lava dengan jarak sejauh 1-1,5 Km dari aliran lava Gunung Karangetang.

Memasuki hari ke-5 masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Karangetang, Pemerintah Daerah Kabupaten Sitaro terus melakukan upaya penanganan darurat. Hingga saat ini tercatat total jumlah penyintas sebanyak 216 jiwa. Selain itu, terdapat 499 jiwa yang masih terisolir di Kampung Batubulan dimana 42 jiwa berstatus penyintas dan 457 jiwa tetap tingal di rumah masing-masing.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan, pihaknya mengalami kesulitan untuk menembus wilayah-wilayah yang terisolir, seperti di Kampung Batubulan. Peninjauan lokasi terisolir di Kampung Batubulan bersama rombongan Bupati, PVMBG dan Basarnas dilakukan melalui perjalanan laut dengan waktu tempuh dari Pelabuhan Pehe ke Dermaga Batubulan selama kurang lebih 30 menit.

"Sampai dengan saat ini, akses yang paling memungkinkan untuk sampai di Kampung Batubulan hanya melalui jalur laut," kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya.

Sutopo menjelaskan, peninjauan dilakukan untuk mengetahui kondisi masyarakat dan lokasi yang terisolir serta menyerahkan bantuan berupa bingkisan untuk anak-anak. Bantuan kebutuhan pokok ini akan cukup untuk 15 hari ke depan, serta bantuan BBM yang dapat memenuhi kebutuhan hingga 5 hari ke depan.

Berdasarkan peninjauan tersebut, diketahui para penyintas dan warga saat ini mengungsi di SD GMIST, yang merupakan daerah paling aman dari ancaman aliran lava dengan jarak sejauh 1-1,5 Km dari aliran lava Gunung Karangetang.

"Anak-anak di Kampung Batubulan dapat kembali bersekolah mulai Senin (11/2) di SD Gmist dengan pembagian jadwal menyesuaikan dengan kondisi penyintas," kata Sutopo.

Bupati Sitaro Evangelian Sasingen menambahkan, sudah ada pengaturan untuk ruangan kelas antara siswa dan pengungsi. "Apalagi dekat Gereja, nanti diatur supaya ruangan kelasnya cukup dan siswa tetap belajar," kata Bupati Sitaro, Evangelian.

Sementara itu, Robert Kahiking Kadis Dikpora Sitaro mengatakan, bahwa siswa tetap sekolah, namun sekolah harus memperhatikan situasi dan kondisi. "Di sana ada sekitar 41 siswa SD, tetap sekolah tapi harus lihat kondisi, jangan dipaksakan kalau bencana mendekat," ujarnya.

Mengingat akses ke Kampung Batubulan hanya dapat ditempuh melalui jaur laut, Pemda Bersama TNI dan Polri akan mengupayakan segera pembukaan akses Nameng-Batubulan sehingga minimal dapat dilalui oleh kendaraan roda 2. Sebelumnya akan segera dillakukan kajian oleh Dinas Pekerjaan Umum terkait dengan rencana pembukaan akses tersebut.

Kebutuhan air bersih dan air minum warga Kp. Batubulan diperoleh dari air tadah hujan. Hingga saat ini kebutuhan tersebut masih tercukupi mengingat hujan yang masih sering turun di wilayah tersebut.

Dari 6 kecamatan yang ada di Pulau Siau, terdapat 4 Kecamatan yang terdampak bencana erupsi Gunung Karangetang yaitu Kecamatan Siau Barat Utara, Siau Tengah, Siau Timur dan Siau Timur Selatan. Dari 4 kecamatan tersebut, yang terdampak paling parah adalah Kecamatan Siau Barat Utara dimana seluruh penyintas berasal dari kecamatan ini. Sedangkan untuk 3 kecamatan lainnya hanya terdampak abu vulkanik di hari pertama erupsi Gunung Karangetang.