Namun tekanan jual yang terjadi ini masih membutuhkan waktu dan sejumlah titik kritis tertentu untuk dilintasi agar tren penguatan harian ANTM berakhir.

Gerak harga saham PT Aneka Tambang di bursa saham Indonesia terpantau  menurun curam dalam tiga hari sesi perdagangan terakhir. Setelah sempat mencetak titik tertingginya  tiga hari lalu di kisaran Rp. 1.150 per lembarnya, kini harga saham yang diperdagangkan dengan kode ANTM itu cukup rawan untuk menembus ke bawah level psikologisnya di kisaran Rp. 1.000-an per lembar.

Hingga sesi perdagangan pagi ini ditutup, saham ANTM tercatat sempat menginjak kisaran harga terendahnya di Rp. 995 per lembar.  Dalam ulasan teknikal pekan lalu, bizlaw.id telah memperkirakan mudahnya bagi ANTM untuk menembus kisaran Rp. 1.100-an per lembar. Namun bizlaw.id juga telah mengingatkan bahwa bila pun ANTM tembeus Rp. 1.100-an maka gerak harga berpotensi besar untuk segera melakukan gerak turun curam dalam waktu cepat.

Hari ini prediksi tersebut nampaknya telah menjadi kenyataan, di mana dalam tiga hari sesi perdagangan terakhir, keruntuhan harga saham ANTM tercatat telah mencapai 15% dari titik tertingginya.  Untuk sekedar menyegarkan, gambar di atas disajikan kembali grafik harian terkini ANTM usai melaklukan gerak turun tajam dalam tiga hari terakhir.

Secara teoritis, puncak dari kejenuhan tren penguatan ANTM terjadi pada sesi perdagangan akhir pekan lalu, ketika posisi titik P-Sar dengan garis MA-Signal nyaris tak berjarak. Akibat gerak turun yang berlanjut di sesi perdagangan hari ini, maka titik P-Sar beralih ke atas candle yang sekaligus menandai dimulainya tekanan jual. Namun tekanan jual yang terjadi ini masih membutuhkan waktu dan sejumlah titik kritis tertentu untuk dilintasi agar tren penguatan harian ANTM berakhir.

Titik kritis pertama adalah kisaran Rp. 950 per lembar, di mana bila dalam enam hari sesi perdagangan ke depan ANTM mampu bergerak di bawah kisaran tersebut, maka ANYM telah mengakhiri tren penguatan jangka menengahnya yang terbentuk sejak sesi perdagangan awal tahun ini. ANTM sekaligus akan memasuki fase konsolidasi. Namun bila gerak turun masih berlanjut curam dan cepat bahkan hingga menembus batas teknikal psikologisnya di kisaran Rp. 905 per lembarnya, maka pembalikan tren  akan terjadi.

Investor kini tinggal menunggu, titik kritis mana yang akan ditembus ANTM dalam sesi perdagangan sepanjang pekan ini.  Secara keseluruhan, tren penguatan ANTM masih berpeluang untuk berlanjut kembali, namun bila titik–titik kritis tersebut di atas dilintasi dengan meyakinkan, maka gerak naik ANTM sesunggunnya telah berhenti.

Kilau harga emas ANTM, kini nampaknya dalam kerawanan menuju redup dan berakhirnya tren penguatan. Akan tetapi semua itu masih membutuhkan waktu dan dilintasinya titik-titik kritis di atas.

 

">