Seiring dengan sentimen terkini yang masih belum juga memberikan kepastian arah gerak pasar, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa tren penguatan Rupiah telah terancam.

Seiring dengan rawannya sentimen terkini dari pasar global, gerak nilai tukar mata uang Rupiah akhirnya melemah signifikan di sesi perdagangan awal pekan ini, Senin 11 Februari 2019. Gerak melemah Rupiah ini terjadi usai membentuk tren penguatan yang solid  pada sesi perdagangan 5 Februari lalu. Keraguan kini muncul, akankah tren penguatan yang baru terjadi segera termentahkan?

Gerak melemah Rupiah secara umum sesungguhnya masih sangat wajar, mengingat dalam beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya telah menguat dalam kisaran yang tajam dan konsisten.  Oleh karenanya, investor tak perlu terlalu sensitif dalam menanggapi pelemahan Rupiah kali ini.  Hanya saja, secara teknikal  ada sejumlah titik kritis yang perlu dijadikan perhatian khusus terutama bila gerak melemah Rupiah ini nantinya berlanjut dalam waktu yang signifikan.

Gambar di atas adalah grafik harian gerak nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terkini usai menembus kisaran Rp. 14.040 per Dolar AS:

Apabila gerak melemah Rupiah berlanjut  dalam tiga hari sesi perdagangan secara beruntun saja, garis MA-Signal yang terdapat grafik di atas sudah bisa dibayangkan akan terangkat ke atas hingga mendekati batas teknikal psikologisnya. Sementara jarak antara kedua indkator  tersebut kini terlihat tidak terlalu terpaut, gerak pelemahan yang beruntun dalam beberapa hari akan dengan cepat mengancam tren penguatan Rupiah untuk segera berakhir.

Seiring dengan sentimen yang kini menghampar di pasar valuta, masih memungkinkan bagi Rupiah untuk melakukan gerak melemah tiga hari secara beruntun di sepanjang pekan ini. Namun bukan pula hal yang sulit bagi Rupiah untuk melakukan gerak balik penguatan. Titik kritis bagi Rupiah yang kini perlu dicermati adalah kisaran Rp, 14.130 per DolarAS.  Titik tersebut ditrembus dalam waktu lebih dari enam hari sesi perdagangan, maka tren penguatan Rupiah telah berakhir dan langsung berganti menjadi tren pelemahan.

Namun bila nilai tukar Rupiah masih bergerak di rentang antara Rp. 14.028 hingga titik kritis di atas, maka tren penguatan Rupiah juga berakhir untuk beralih memasuki fase konsolidasi.  Seiring dengan sentimen terkini yang masih belum juga memberikan kepastian arah gerak pasar, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa tren penguatan Rupiah telah terancam.

Setidaknya membutuhkan beberapa hari sesi perdagangan ke depan untuk memperkirakan rawannya tren penguatan Rupiah.  

">