Investor di Jakarta nampaknya juga sama seperti di Hong Kong mau pun Australia, di mana masih sulit menentukan arah sentimen pasar.

Setelah mengawali dengan gerak menguat tipis di sesi perdagangan pagi awal pekan ini, indeks  harga saham gabungan (IHSG) di Jakarta akhirnya menutup sesi perdagangan pagi dengan me.... terbatas. Gerak IHSG terpantau berulangkali berpindah zona dalam sepanjang sesi kali ini seiring dengan keraguan investor dalam merespon serangkaian sentimen terkini.

Sementara pantauan pada sesi perdagangan di Asia menunjukkan, gerak indeks yang beralih mixed usai konsisten di zona merah dalam membuka sesi perdagangan pekan ini. Gerak mixed juga semakin mencerminkan keraguan investor terhadap sejumlah  sentimen yang masih belum juga beranjak dari kekhawatiran yang tertahan.

Hingga ulasan ini disunting, indeks komposit Shanghai (China) terpantau mampu melonjak tajam 0,83% untuk berada di kisaran 2.639,96, sementara indeks Hang Seng (Hong Kong) menguat moderat 0,23% untuk menjangkau kisaran 28.009,95, serta indeks ASX 200 (Australia) terkikis tipis 0,28% untuk berada di posisi 6.054,2. Sedangkan pada bursa saham Korea Selatan, indeks KOSPI terpantau melemah sangat tipis 0,03% untuk menyisir kisaran 2.176,33.

Pantauan dari jalannya sesi perdagangan kali ini menunjukkan, hanya indeks komposit Shanghai (China) yang mampu melakukan gerak konsisten di zona positif. Sentimen investor di China diperkirakan mengandalkan usainya libur panjang perayaantahun baru Imlek.  Sedangkan pada indeks di bursa Asia lainnya, tingkat penurunan yang mulai terkikis menjelang berakhirnya sesi perdagangan pagi di Jakarta.

Beralih pada bursa efek Indonesia, gerak IHSG juga terlihat berada di dalam kebingungan dengan sejumlah saham unggulan bergerak di rentang yang sangat sempit. Investor di Jakarta nampaknya juga sama seperti di Hong Kong mau pun Australia, di mana masih sulit menentukan arah sentimen pasar. Minimnya perkembangan sentimen terkini menjadi pemicu bagi gerak indeks yang sangat sempit.

Hingga sesi perdagangan pagi, IHSG terhenti di kisaran  6.515,79 atau melemah tipis 0,09% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan akhir pekan lalu.

Sementara laporan dari pasar valuta menunjukkan, gerak nilai tukar Rupiah yang melemah dalam mengawali pekan ini. Gerak melemah Rupiah terlihat konsisten dan kini telah menembus  level psikologisnya di kisaran Rp. 14.0000-an per Dolar AS. Di tengah gerak mixed nilai tukar mata uang Asia, gerak melemah Rupiah diyakini sekedar respon teknikal usai membukukan gerak penguatan yang tajam dan beruntun dalam beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya.