Tersedotnya air ke dasar sungai tersebut murni karena kejadian alam.

Media sosial dihebohkan dengan video yang merekam air sungai Kali Kuning, DI Yogyakarta, tersedot ke dalam bumi. Peristiwa itu terjadi di Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, tepatnya di antara jembatan dan bendungan Sidorejo.

Aliran sungai seperti tersedot ke dalam tanah, tepatnya dalam sebuah lubang besar di tengah-tengah aliran sungai yang berhulu di Kali Gendol tersebut.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Ahmad Subhan, membenarkan fenomena tersedotnya aliran air ke dasar sungai.

"Peristiwa tersebut terjadi Jumat kemarin (8/2)," kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Ahmad Subhan.

">

Ahmad menjelaskan, tersedotnya air ke dasar sungai tersebut murni karena kejadian alam. Derasnya aliran air akibat hujan yang terjadi di Puncak Merapi beberapa hari sebelumnya mengakibatkan air yang mengalir di Kali Kuning juga cukup deras. Akibatnya, ketika akan memasuki bendungan justru masuk ke dalam lubang yang sebenarnya sudah ada namun ukurannya kecil.

Air yang mengalir justru tidak melalui bendungan melainkan melewati bawah konstruksi bangunan bendungan. Sehingga pihaknya segera melakukan normalisasi agar tidak merusak bendungan yang memang dibangun untuk menahan aliran lahar dingin di sungai tersebut.

Mulai Sabtu siang (9/2), pihaknya sudah menurunkan dua alat berat untuk melakukan normalisasi.

Lubang berukuran 3 x 4 meter tempat air tersedot ke dasar sungai akan ditutup dengan beton sehingga di kemudian hari lubang tersebut tidak muncul kembali.
"Kami upayakan secepatnya. Karena ini masih musim penghujan jadi perannya vital. Kami juga akan keruk bendungan agar bisa berfungsi dengan baik," tambahnya.