Gerak turun yang kini sedang mendera, betapa pun tajamnya,  bukanlah jaminan bahwa harga telah berada di titik terendahnya.

Setelah menurun curam di sesi perdagangan akhir bulan lalu, saham perusahaan perunggasan terbesar di Indonesia, PT Charoen Pokphand Indonesia melakukan rebound teknikal yang cukup mengesankan dalam tiga hari sesi perdagangan berikutnya. Namun gerak  rebound yang terjadi tidak mampu membatalkan pembentukan tren pelemahan jangka menengah yang tercipta pada sesi perdagangan 6 Februari lalu.

Bahkan usai terbentuknya tren pelemahan (atau tren jual) tersebut, gerak saham yang diperdagangkan dengan kode CPIN tersebut berbalik turun kembali hingga sesi perdagangan siang ini.  Sekalipun gerak turun yang terjadi masih belum mencetak titkk terlemah barunya dalam dua pekan  sesi terakhir, namun sangat diyakini bahwa gerak turun yang terjadi sebegai konsekuensi dari terbentuknya tren jual  sebelumnya.

Sementara sejumlah sentimen yang mengiringi masih bisa silih berganti, gerak turun CPIN kali ini bisa disebut sebagai masih jauh untuk dikatakan sebagai momentum untuk melakukan aksi akumulasi. Grafik harian berikut menunjukkan tren jual yang terbentuk kini telah semakin solid berkat jarak yang masih relatif renggang antara garis MA-Signal dengantitik P-Sar.

Persis seperti yang diperkirakan dalam ulasan sebelumnya, gerak saham CPIN yang akhirnya mampu membentuk tren pelemahan jangka menengah sekalipun menemui perlawanan.  Bila grafik di atas dirinci dalam grafik H4, maka  sebelum  tren pelemahan harian terbentuk, telah terbentuk tren penguatan pada grafik H4. Namun tren perlawanan yang terjadi di H4 terlihat rapuh hingga tidak mampu menyeret grafik harian berbalik ke tren penguatan.

Akibatnya, pembentukan tren jual di grafik harian menjadi tak terhindarkan dan justru menjadi semakin solid.  Konsekuensi teknikalnya, gerak turun tajam di sesi perdagangan siang ini akan masih akan berlanjut  pada sesi perdagangan hari-hari berikutnya.

Namun untuk melakukan aksi akumulasi pada saham CPIN, sekarang bukanlah saat yang tepat. Investor masih perlu menantikan terbentuknya pole kejenuhan tren untuk melakukan aksi beli.  Sedangkan untuk terbentuknya pola kejenuhan tren, hingga kini masih sulit diperkirakan. Hanya saja investor perlu bersabar lebih jauh untuk menunggu  terjadinya kompresi antara titik P-Sar dengan garis MA-Signal.  Gerak turun yang kini sedang mendera, betapa pun tajamnya,  bukanlah jaminan bahwa harga telah berada di titik terendahnya, penurunan dalam situasi teknikal sekarang, adalah momentum jual dan bukan mimentum beli sebagaimana indikator teknikal yang terlihat di atas. Masih perlu waktu untuk mengukur atau memperkirakan titik terendah CPIN.