Apabila saran dari Sechin diikuti, tentu akan menjadi kabar muram bagi OPEC. Harga minyak akan runtuh dalam kisaran yang tak tertahankan.

Dalam waktu lebih dari empat bulan terakhir, organisasi kartel minyak dunia, OPEC terlihat mampu menggalang kerjasama dengan sejumlah negara produsen minyak besar dunia non-OPEC. Kerjasama tersebut sejauh ini telah mampu mengangkat harga minyak dari jurang kelesuan akibat sejumlah sentimen. Terkini, harga minyak bahkan sempat menjulang hingga kisaran $ 55-an per barel usai menyentuh titik terendahnya di kisaran $ 42-an per barel pada jelang akhir tahun lalu.

Semua itu terjadi berkat kerjasama yang berhasil antara OPEC dan sejumlah negara produsen mintak besar dunia, utamanya Rusia.  Namun kabar terkini membuat para petinggi OPEC harus berpikir ulang. Laporan dari Moskow menyebutkan, Igor Sechin (Presiden Direktur Perusahaan migas raksasa Rusia) yang juga merupakan orang dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, mengirimkan sebuah surat untuk Putin.

Surat tersebut intinya  agar Putin mempertimbangkan untuk menghentikan kerjasama dengan OPEC.  Surat yang disebut tanpa tanggal dan kop itu dikirimkan bulan Desember tahun lalu.  Sechin dalam argumennya menyatakan, bahwa kerjasama dengan OPEC merupakan jebakan untjuk berada dalam kendali AS.  Pemangkasab produksi sebagaimana disepakati bersama OPEC telah menjadikan AS sebagai produsen minyak terbesar dunia sekarang ini.

Untuk dicatat, AS kini telah diambang mata untuk memproduksi minyak hingga 12 juta barel per hari dan tahun depan diproyeksikan akan mencapai 13 juta barel per hari. Kerjasama dengan OPEC, demikian menurut pendapat Sechin, adalah jebakan Washington agar Rusia masuk dalam perangkap yang disiapkan.

">

Laporan sebelumnya menyatakan, Sechin yang sejauh ini menjadi satu-satunya pejabat Rusia dan sekaligus orang dekat Putin yang tidak setuju dengan langkah Rusia bekerja sama dengan OPEC. Tekanan kini ada pada Putin yang harus memutuskan langkah Rusia. Namun masalah lain yang lebih besar sedang menghampar, Rusia sesungguhnya hendak mendekatkan diri dengan sejumlah negara di timur tengah yang tergabung dalam OPEC, terlebih pada Arab Saudi.

Hal ini diperlukan untuk mendapatkan akses dan konsesi kerjasama serta dukungan  dalam mengatasi krisis di berbagai wilayah di Timur Tengah, seperti Suriah.  Lagi-lagi, Rusia  memang dalam beberapa tahun terakhir mesti bergulat dengan sejumlah persoalan geopolitik, di mana memerlukan dukungan negara-negara terkait untuk menghadapi pengaruh Washington dan sekutunya.

Kembali pada keputusan Putin kali ini, apakah akan terus bekerjasama dengan OPEC untuk mendapatkan konsesi dan kerjasama yang diinginkan atau justru akan mengikuti saran dari orang dekatnya, Igor Sechin.  Apabila saran dari Sechin diikuti, tentu akan menjadi kabar muram bagi OPEC. Harga minyak akan runtuh dalam kisaran yang tak tertahankan, dan tentu akan menjadi kabar baik bagi sejumlah negara yang selama ini telah menjadi net importir minyak.