Lion Air pada 8 Februari itu melayani tiga kali penerbangan berjadwal dari Padang menuju Soekarno-Hatta.

Lion Air Group menegaskan, tingkat keterisian penumpang (load factor) rute Padang, Sumatera Barat, masih tinggi di tengah isu tingginya harga tiket dan kebijakan bagasi berbayar serta dan masuknya periode musim sepi (low season) di industri penerbangan dalam negeri.

Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro pun membantah informasi bahwa Lion Air jurusan Padang-Jakarta hanya mengangkut tiga penumpang saja.

"Dari keterangan yang dikutip oleh media dalam pemberitaan [soal angkut hanya 3 penumpang], pernyataan disebutkan oleh salah satu penumpang bernama Yustianto pada 8 Februari di Terminal 1 Soekarno-Hatta. Kami tegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar," kata Danang dalam keterangan tertulisnya.

Danang menegaskan bahwa Lion Air pada 8 Februari itu melayani tiga kali penerbangan berjadwal dari Padang menuju Soekarno-Hatta. Tingkat keterisian penumpang juga masih tinggi, terdiri dari nomor JT-253 mengangkut 104 penumpang, JT-353 mengangkut 109 penumpang dan JT-357 mengangkut 205 penumpang.

"Kami sudah melakukan koordinasi dan pengecekan bersama para pihak internal terkait. Lion Air menginformasikan bahwa tidak menemukan nama Yustianto dalam daftar penumpang atau manifest layanan penerbangan Lion Air dari Padang ke Soekarno-Hatta, pada 8 Februari itu," ujar Danang.

Hingga kini belum ada informasi signifikan berkaitan dengan Lion Air pascakecelakaan tragis penerbangan Lion Air JT-610 Rute Soekarno-Hatta ke Pangkalpinang, Senin 29 Oktober 2018.

Sebelumnya Danang mengatakan satu isu yang tengah dihadapi oleh maskapai penerbangan ialah bagasi berbayar. Danang mengatakan pihaknya tidak akan mencabut kebijakan bagasi berbayar. Langkah itu berbeda dengan Citilink yang menunda penerapan bagasi berbayar setelah konsolidasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).