Bunga kredit di Bank SulutGo sangat tinggi, bisa mencapai 15 persen

Langkah tiga daerah di Sulawesi Utara menarik dana rupiah Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pemerintah daerah bernilai triliunan rupiah dari Bank SulutGo (BSG) ke BNI mengundang kontroversi.

Namun, langkah tersebut mendapat dukungan dari para aparatur sipil negara (ASN). Mereka menilai kredit yang ditawarkan Bank SulutGo terlalu tinggi. Kini sudah ada beberapa ASN yang menjadi korban.

“Kami mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan ASN, kalau RKUD dipindahkan ke bank lain,”ujar ASN Pemkot Manado yang engan namannya dipublis seperti dilansir dari manadoterkini.

Baca Juga: 3 Daerah Ramai-ramai Pindahkan Triliunan Dana RKUD dari Bank SulutGo ke BNI, Ada Apa?

Mereka mengakui suku bunga di Bank SulutGo sangat tinggi dibandingkan dengan Bank lain. "Bunga kredit di Bank SulutGo sangat tinggi, bisa mencapai 15 persen, sedangkan di bank lain hanya 8 persen dan ada yang 5 persen,” kata mereka sembari menunjukan berkas pinjaman di Bank SulutGo kepada sejumlah wartawan.

Sementara itu Humas Bank SulutGo Sandra Rogi yang dikonfirmasi via telepon selular menjelaskan bahwa persoalan RKUD itu merupakan ranah dari pimpinan direksi. Ketika disinggung soal bunga kredit di Bank SulutGo yang sangat tinggi, Sandra menjelaskan bahwa hal itu bukan pemicu sehingga RKUD dipindahkan. “Yang lebih jelasnya silahkan tanya ke pimpinan direksi," Sandra Rogi singkat.

Sebelumnya, Pemkot Manado melalui Kabag Pemerintahan dan Humas Drs Sonny Takumansang beberapa waktu lalu sudah menjelaskan tiga alasan hingga berpindahnya RKUD ke Bank lain. Anehnya hingga kini masih saja ada mempolemikan.

Ketiga alasan yang menjadi dasar RKUD dipindahkan adalah Pemkot Manado ingin bekerjasama dengan bank yang dapat memberi kontribusi maksimal dalam pengeloaan keuangan daerah. Kedua, Pemkot Manado ingin mendapatkan dukungan yang maksimal terhadap kegiatan dan pembangunan. Dan ketiga, untuk meningkatkan kesejahteraan ASN

Makan Korban
Meski demikian, sudah ada sejumlah ASN yang menjadi korban akibat tingginya bunga kredit di Bank SulutGo. Manajemen Bank Sulutgo resmi mengeluarkan pengumuman pemanggilan pada 17 debitur ASN Pemkab Bolaang Mongondow untuk menyelesaikan utang kredit di Bank Sulutgo.

Di pengumuman tersebut bertuliskan nama-nama dan alamat ke 17 ASN tersebut, juga ditegaskan segera kantor pusat Bank Sulutgo untuk penyelesaian utang kredit paling lambat 7 hari setelah pengumuman diterbitkan.

Pun ditegaskan jika dalam waktu 7 hari yang ditentukan, 17 debitur tak datang menyelesaikan kewajiban utang, maka PT BSG akan mengambil langkah penyelesaian melalui proses hukum.

“Ya mulai hari ini, kami sudah menerbitkan surat pemanggilan bagi 17 ASN Pemkab Bolmong untuk menyelesaiankan hutang kredit,” ungkap Komisaris BSG Sanny Parengkuan.

Sesuai data yang diperoleh sekitar 2900-an ASN yang merupakan kreditur di BSG dengan total keseluruhan Rp480-an miliar.

“Ini juga bisa berimbas pada pelayanan masyarakat, sebab jika kredit macet, maka ASN akan berurusan dengan aparat hukum, hingga mengganggu kinerjanya. Bayangkan jika ribuan ASN yang bermasalah, bagaimana dampaknya pada pelayanan masyarakat di Bolmong,” tutur pengamat ekonomi Robert Winerungan, beberapa waktu lalu.