JNE baru akan kembali menggunakan jasa penerbangan jika pihak maskapai mau menurunkan tarif.

Perusahaan jasa pengiriman barang PT JNE memutuskan berhenti total mengirimkan barang lewat kargo udara setelah tarif kargo naik hingga tiga kali lipat. Sebagai gantinya, perusahaan itu beralih ke pengiriman jalur darat.

Presiden Direktur PT JNE Mohamad Feriadi menegaskan hal itu pada Jumat kemarin, 8 Februari 2019.

"JNE sudah total, yang lain sambil kita cek lagi," kata Feriadi dilansir dari detikFinance.

"Tapi kita mau ini total, kita mau anggota kita bertahan," tambah Feriadi.

Selama ini, JNE bekerjasama dengan Garuda Indonesia untuk pengiriman jalur udara. Sebagai konsumen, Feriadi mengatakan bahwa tarif Garuda saat ini terlalu mahal sehingga akan kurang efisien untuk keperluan bisnis. Itu sebabnya, JNE memutuskan untuk mengalihkan semua pengiriman jalur udara ke darat.

"Kami sebagai konsumen Garuda yang merasa tarifnya sangat tinggi kami mencari alternatif pengiriman yang lebih efisien ya," tutur Feriadi. "Akhirnya kami mengalihkan kiriman yang lewat udara kami alihkan lewat darat."

Menurut Feriadi, JNE baru akan kembali menggunakan jasa penerbangan jika pihak maskapai mau menurunkan tarif.

"Kan sekarang masalahnya itu tarifnya kan mahal ya kami merasa keberatan," lanjut Feriadi. "Kenaikan itu terjadi pertama sejak Juni 2018. Sampai Januari ini naik dua kali total 300% lebih." []

Update:
JNE Klarifikasi Kabar Hentikan Pengiriman Lewat Udara

">">">