Enggar juga mengingatkan akan bahaya perpindahan industri manufaktur ke luar Jawa Barat bahkan luar negeri, apabila pusat industri baru tidak terbentuk.

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menyatakan Jawa Barat masih menjadi motor penggerak perdagangan nasional. Kinerja perdagangan Jawa Barat surplus hingga $ 17,6 Miliar Dollar.

Hal itu dikatannya saat menghadiri acara Pembukaan Muprov VII Kadin Jabar di salah satu hotel di Cirebon, Kamis(7/2).

"Provinsi Jawa Barat menyumbang surplus perdagangan cukup besar bagi Indonesia sebesar $ 17,6 Miliar Dolar," tutur Enggar.

"Untuk itulah, kita berharap Kadin Jawa Barat bisa memanfaatkan momentum ini," katanya.

Produk primadona Jabar yang laku di pasaran ekspor seperti sepatu olah raga, gear box kendaraan, ban, mesin printer, hingga LCD, LED, dan panel display.

Namun, Enggar juga mengingatkan akan bahaya perpindahan industri manufaktur yang ada di Jabar ke luar Jawa Barat bahkan luar negeri, apabila pusat industri baru tidak terbentuk.

"Industri yang pindah dari Jawa Barat menuju ke Jawa Tengah sudah semakin meningkat. Dan per hari ini sudah lebih dari 20 industri, ada juga yang mengalihkan ke Jawa Timur hanya tidak terlalu besar," kata Enggar.

"Satu-satunya solusi segi tiga (Kertajati - Patimban - Cirebon Raya) tadi -- apa yang disampaikan Pak Gubernur (Ridwan Kamil), kalau kita mau melihat mengenai potensi yang ada di Jawa Barat itu," paparnya.[]