Kontribusi lebih tinggi dengan banyaknya infrastruktur sehingga membuat distribusi barang dan jasa lebih lancar

Pemerataan pembangunan yang digalakkan pemerintah di luar Pulau Jawa mulai membuahkan hasil. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia timur kini melewati pertumbuhan ekonomi secara nasional yang sebesar 5,17 persen.

“Indonesia timur pertumbuhan ekonominya lebih tinggi dari nasional, meski kontribusinya lebih kecil. Kontribusi lebih tinggi dengan banyaknya infrastruktur sehingga membuat distribusi barang dan jasa lebih lancar,” kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019.

Khusus untuk Bali Nusa Tenggara, diakui dia, pertumbuhannya mengalami penurunan minus 4,56 persen karena faktor gempa yang melanda Lombok pada pertengahan 2018.

Suhariyanto menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara wilayah masih didominasi oleh provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kontribusi pulau Jawa terhadap produk domestik bruto (PDB) tercatat 58,48%  (tumbuh 5,72 persen),  diikuti pulau Sumatera sebesar 21,58%  (tumbuh 4,54%(), dan Pulau Kalimantan 8,2% , tumbuh 3,91 persen dibanding tahun sebelumnya.

Suhariyanto menjelaskan untuk wilayah Indonesia timur seperti Maluku dan Papua, memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional.

Sementara Sulawesi berkontribusi 6,22 persen dan tumbuh 6,65 persen, Bali Nusa Tenggara berkontribusi 3,05 persen dan tumbuh 2,68 persen, serta Maluku Papua dengan kontribusi 2,47 persen dan tumbuh 6,99 persen.

"Saya yakin kalau pertumbuhan ekonominya tinggi dan berkualitas maka akan pengaruh ke penyerapan tenaga kerja dan dampaknya akan mengurangi kemiskinan yang signifikan," ujar dia. []