Setiap hari, Damiah dibantu oleh delapan pegawainya untuk melayani ratusan pegawai di kawasan perkantoran SCBD

Unik, Ada Warteg Bisa Drive Thru di SCBD Jakarta

Anda pasti sudah sering memesan makanan dengan cara drive thru alias layanan tanpa turun (lantatur) di restoran cepat saji. Namun, bagaimana jika layanan ini dipakai oleh warteg?

Ya, sebuah warung nasi rames di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, ini menerapkan layanan layaknya sebuah retoran cepat saji. Pembeli tak perlu masuk ke warteg itu, cukup memesan dari luar jendela.

Pengalaman unik ini dialami oleh pemilik akun Twitter @gembiraputra. Ia yang awalnya berniat mencari sarapan namun kesulitan mendapatkannya di daerah tersebut. Akhirnya ia diberi tahu oleh satpam bahwa ada warung makan rames di dekat parkiran motor. Namun pria ini dikagetkan dengan penampakan warung makan sederhana itu.

Tidak ada pintu ataupun meja dan kursi, melainkan hanya ada sebuah lubang di tembok. Di balik tembok tersebut ternyata warung makan ini berada. Penampakan warung tersebut pun mirip dengan layanan restoran drive thru di restoran cepat saji. Melalui lubang tersebut, semua transaksi jual beli makanan dilakukan.

"Ini pesanan saya: nasi, telur dadar, dan tempe orek. Transaksi berlangsung singkat, pesanan diantarkan lewat lubang tersebut," ujar pemilik akun tersebut.

Oleh karena tidak adanya kursi dan meja, pelanggan warung makan ini menikmati sarapan mereka di pinggiran parkiran. Meski harus lesehan, namun nikmat juga.

Tapi ternyata warung makan rames drive thru dengan kearifan lokal ini tak cuma ada di SCBD saja lho. Menurut pengakuan akun Twitter @VVYND, warung seperti ini ada juga di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Ia pun turut serta mengirimkan penampakan warungnya melalui foto.

Di kota lain juga ada. Seperti yang diceritakan akun @febeemerald, di Malang ada tempat makan 'drive thru'. Namun yang dijualnya bukan nasi rames melainkan es teler dan es pangsit.

Temuan @gembiraputra soal warung nasi rames 'drive thru' ini menjadi sorotan warganet. Mereka banyak yang penasaran dan ingin mencoba makan di warung unik ini.  

Raup Rp6 Juta per Hari
Pemilik warung nasi itu adalah Damiah (56). Damiah menjelaskan, awal mula munculnya lubang tersebut.

Menurutnya, lubang kecil itu awalnya hanya cukup untuk mengantar sebatas pesana kopi atau pun es teh saja.

Namun kelamaan, ia pun berinisiatif untuk memperbesar lubang tersebut, agar para pegawai kantoran di sekitar kawasan SCBD yang menjadi pelanggannya tidak perlu kesulitan memutar jauh hanya untuk makan siang.

"Awalnya mah kecil, saya yang lubangi karena kasian pegawai mau makan harus pada jauh mutarnya," kata Damiah.

Meskipun awalnya mendapat penolakan dari pihak pengelola kawasan, namun akhirnya Damiah pun diizinkan dengan sejumlah persyaratan.

"Akhirnya diizinin usai saya mohon-mohon, asal dikasih kunci lubangnya terus dijaga kebersihannya, yasudah saya turuti," papar Damiah.

Menanggapi perihal viralnya warung nasi miliknya di media sosial, Damiah tak berlebihan menanggapinya.

Ia hanya bersyukur, apabila warung nasi miliknya semakin dikenal dan disambangi banyak pembeli. "Ya alhamdulillah saja saya mah, biar ramai dan banyak pembelinya mas, amin. Sehari bisa Rp6 juta," ucap Damiah.

Damiah menuturkan telah merintis usahanya tersebut sejak sekiranya 29 tahun yang lalu.

"Saya buka warung nasi itu sudah dari tahun 1990, sekarang sudah jalan 29 tahun mas," kata Damiah di warung nasinya yang berada di belakang Grand Lucky Superstore di kawasan SCBD Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (4/2/2019).

Setiap hari, Damiah dibantu oleh delapan pegawainya untuk melayani ratusan pegawai di kawasan perkantoran SCBD Sudirman yang hendak makan baik itu sarapan, makan siang, atau pun makan malam.